Dewan Pengawas Kaji Laporan Polemik Pemulangan Komisaris Rossa

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Gedung KPK

    Ilustrasi Gedung KPK

    TEMPO.CO, Jakarta - Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan telah menerima laporan Wadah Pegawai KPK mengenai polemik pemulangan penyidik Komisaris Rossa Purbo Bekti. Dewan Pengawas menyatakan tengah mengkaji laporan itu.

    "Dewan pengawas membahas laporan itu lebih lanjut," kata anggota Dewan Pengawas KPK, Harjono saat dihubungi, Jumat, 7 Februari 2020. Namun, Harjono belum memastikan kapan Dewan Pengawas akan mengambil keputusan.

    Sebelumnya, Wadah Pegawai KPK melaporkan dugaan pelanggaran etika oleh pimpinan komisi antirasuah dalam pemulangan Rossa. Menurut mereka, pemulangan itu tidak sesuai prosedur dan berpotensi melanggar etika. "Khususnya jaminan agar KPK dapat menjalankan fungsi secara independen," kata Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo di kantornya, Jakarta, hari ini.

    Pengembalian Komisaris Rossa ke kepolisian menjadi polemik lantaran diduga terkait dengan operasi tangkap tangan komisioner Komisi Pemilihan Umum Wahyu Setiawan. Rossa masuk sebagai anggota tim dalam kasus yang diduga menyeret petinggi PDIP itu.

    Setelah operasi itu, Komisaris Rossa tiba-tiba dinyatakan ditarik institusi asalnya. Padahal masa tugasnya di komisi antikorupsi baru berakhir pada September 2020. Belakangan, Mabes Polri membatalkan penarikan itu. Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Gatot Eddy Pramono sampai dua kali mengirim surat pembatalan ke KPK pada 21 Januari dan 29 Januari 2020. Namun, pimpinan KPK berkukuh memberhentikan Rossa dari KPK.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.