Firli Abaikan Surat Polri soal Pembatalan Penarikan Kompol Rossa

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPK, Firli Bahuri, memberikan keterangan kepada awak media, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat, 17 Januari 2020. KPK resmi menetapkan sepuluh orang tersangka baru dalam tindak pidana korupsi memberi hadiah atau janji terkait proyek jalan dengan nilai sebesar Rp.2,5 triliun di Kabupaten Bengkalis Tahun 2013-2015, yang mengakibatkan kerugian keuangan negara kurang lebih sebesar Rp.475 miliar. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua KPK, Firli Bahuri, memberikan keterangan kepada awak media, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat, 17 Januari 2020. KPK resmi menetapkan sepuluh orang tersangka baru dalam tindak pidana korupsi memberi hadiah atau janji terkait proyek jalan dengan nilai sebesar Rp.2,5 triliun di Kabupaten Bengkalis Tahun 2013-2015, yang mengakibatkan kerugian keuangan negara kurang lebih sebesar Rp.475 miliar. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Firli Bahuri berkukuh memberhentikan pegawai KPK dari kepolisian, Komisaris Rossa Purbo Bekti. Pemberhentian tetap berlaku kendati ada surat pembatalan penarikan dari Polri.

    "Putusan pimpinan sudah menyampaikan bahwa sudah ada surat penghentiannya. Sudah kirim penghadapannya saya kira itu," kata Firli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 6 Februari 2020.

    Firli mengatakan, lembaganya memberhentikan Rossa atas dasar surat penarikan dari Polri sebelumnya. Dia mengaku KPK menerima surat penarikan dua penyidik kepolisian pada 13 Januari 2020, seiring dengan surat penarikan dua penuntut umum dari Kejaksaan Agung.

    Surat itu, kata dia, lantas dibahas pada tanggal 15 Januari. "Tanggal 21 dibuatlah surat keputusan pemberhentian yang bersangkutan," kata mantan Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan ini.

    Rossa tergabung dalam tim penindakan pada operasi tangkap tangan komisioner Komisi Pemilihan Umum Wahyu Setiawan. Nama Rossa mendadak diperbincangkan saat KPK mengumumkan pengembaliannya berdasarkan surat keputusan pimpinan KPK bertanggal 22 Januari 2020.

    Rossa resmi berhenti menjadi penyidik yang dipekerjakan di KPK pada 1 Februari 2020. Ia dipulangkan bersama satu rekannya sesama polisi, Komisaris Indra. Pengembalian Rossa diduga terkait dengan kasus OTT Wahyu yang diduga menyeret petinggi PDIP.

    Namun, Firli tak menjawab jelas saat ditanya soal peran Rossa dalam kasus Wahyu Setiawan ini. "Kemarin sudah disampaikan Pak Alex (Alexander Marwata) kan," kata dia.

    Kepolisian sebelumnya menyatakan telah mengirim surat pembatalan penarikan Kompol Rossa dari KPK. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Argo Yuwono mengatakan, Rossa akan tetap bertugas di KPK sampai masa dinasnya habis pada September 2020

    Selain itu, kata dia, hingga kini Polri juga belum menerima surat pemberhentian tugas Komisaris Rossa dari KPK. "Kami belum terima," kata Argo di kantornya, Kamis, 6 Februari 2020.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI | ROSSENO AJI | ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.