WNI Dikarantina di Natuna, Terawan: Kalau Sore Karaokean

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga membaca pamflet sosialisasi pencegahan virus Corona yang dibagikan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) di Kota Tua Penagi, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Kamis 6 Februari 2020. Sosialisasi kesehatan tersebut sebagai bentuk kepedulian bagi warga yang tinggal berjarak sekitar satu kilometer dari tempat diobservasinya 238 WNI pascaevakuasi dari Wuhan, Hubei, China yang memasuki hari kelima dalam keadaan sehat dan baik. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    Warga membaca pamflet sosialisasi pencegahan virus Corona yang dibagikan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) di Kota Tua Penagi, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Kamis 6 Februari 2020. Sosialisasi kesehatan tersebut sebagai bentuk kepedulian bagi warga yang tinggal berjarak sekitar satu kilometer dari tempat diobservasinya 238 WNI pascaevakuasi dari Wuhan, Hubei, China yang memasuki hari kelima dalam keadaan sehat dan baik. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menceritakan kondisi 285 orang warga negara Indonesia atau WNI yang tengah dikarantina di Natuna setelah dievakuasi dari Wuhan, Cina. 

    Menurut Terawan, kegiatan para WNI yang dikarantina di Lanud Raden Sadjad, Natuna, ini sangat padat.

    "Kegiatan mereka penuh sekali, dari pagi ada senam, siang ada kegiatan sosial, sore ada karaoke, malam ada sembahyang dan doa bersama," ujar Terawan di Kantor Bupati Natuna, Kepulauan Riau pada Kamis malam, 6 Februari 2020.

    Semua kegiatan itu, kata Terawan, dilakukan secara rutin dan teratur. "Makanya mereka mungkin hanya bisa dikontak kerabat di pagi hari, sebelum kegiatan dimulai atau malam di atas jam 10," kata Terawan.

    Para WNI ini, kata Terawan, juga mendapatkan penyembuhan trauma agar bisa kembali ke masyarakat dengan baik, setelah masa observasi dua pekan berakhir. "Jadi setelah itu dikembalikan ke keluarga masing-masing, tapi tetap alamat mereka tetap didata demi menjaga semua WNI," ujar dia.

    Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian kesehatan, Anung Sugihantono, sebelumnya juga menceritakan bahwa kondisi 285 WNI itu dalam kondisi sehat dan riang.

    "Seluruh warga kita yang ada di dalam melakukan aktivitas dengan riang gembira," kata Anung melalui telekonferensi di Gedung Kemenkes, Jakarta Selatan pada Rabu, 5 Februari 2020. Anung hingga kini masih berada di Natuna, Kepulauan Riau guna memantau observasi itu. Sementara Menkes Terawan juga terus bolak-balik Jakarta-Natuna hampir setiap hari.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.