Demo Penolakan Renovasi Gereja Kembali Terjadi di Karimun

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pembangunan gereja. shutterstock.com

    Ilustrasi pembangunan gereja. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Karimun - Puluhan orang kembali melakukan aksi unjuk rasa di lokasi pendirian Gereja St. Joseph di Karimun, Kamis, 6 Februari 2020. Massa mendatangi gereja karena ada aktivitas yang berlangsung padahal tak boleh ada pembangunan sebelum putusan PTUN keluar.
     
    "Kita dianggap tidak ada, padahal sudah ada perjanjian ditanda tangani Bupati, aktivitas tidak boleh dilakukan jika belum inkrah di PTUN," ujar Hasyim Tugiran, Koordinator Aliansi Peduli Kabupaten Karimun.
     
    Hasyim mengatakan pihaknya melakukan unjuk rasa karena ada aktivitas pembongkaran di dalam gereja yang artinya hal itu melanggar perjanjian. "Kita membantah ini," kata dia.
     
    Ia mengaku melihat ada beberapa orang yang diduga sebagai provokator sehingga aktivitas pembangunan dilakukan kembali. Selain itu, orang yang diduga provokator itu menghina Islam di media sosial. "Lalu dia juga bilang Islam kadrun, saya sudah laporkan itu, bukti buktinya ada semua," kata Hasyim.
     
    Meski ada peristiwa ini, Hasyim meminta agar masyarakat umum tak menilai warga setempat bersikap intoleran atau melarang pelaksanaan ibadah di Karimun. Selama ini, menurut dia, di tempat gereja lain ibadah mereka berlangsung seperti biasa. "Tanya tempat lain, semuanya aman aman saja," kata dia.
     
    Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan Keuskupan Romo Agustinus Dwi Pramodo mengatakan PTUN tidak ada hubungan dengan IMB sehingga pembangunan tetap bisa dilakukan. 
     
    Agustinus membenarkan ada aktivitas di gereja tersebut, diantaranya membongkar bagian yang rapuh karena tidak bisa ditempati lagi. "Terutama pada bagian aula dan ruang kerja," kata dia saat dihubungi Tempo, Kamis, 6 Februari. 
     
    Menurut Agustinus, saat ini panitia pembangunan gereja dan beberapa massa yang demo berkumpul di Mapolres Karimun. Ia menyebut awalnya penolakan renovasi gereja ini dilakukan massa karena menurut mereka tidak sesuai budaya melayu. "Padahal sudah ada sejak 1928," kata dia.
     
    Adapun polemik pembangunan gereja ini telah bergulir sejak 2013. Aksi massa juga sempat terjadi saat peletakan batu pertama renovasi gereja tersebut pada 25 Oktober 2019.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.