Gerindra Tak Menutup Kemungkinan Dukung Pansus Jiwasraya

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani (kanan) melambaikan tangan kearah wartawan saat tiba di kediaman Presiden ke-5 RI Megawati, di Jakarta, Kamis 10 Oktober 2019. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani (kanan) melambaikan tangan kearah wartawan saat tiba di kediaman Presiden ke-5 RI Megawati, di Jakarta, Kamis 10 Oktober 2019. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta-Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani menyatakan partainya tak menutup kemungkinan mendukung pembentukan panitia khusus atau  pansus Jiwasraya oleh Dewan Perwakilan Rakyat. Asalkan, kata dia, ada kesepakatan yang dicapai di antara partai-partai di parlemen.

    "Mekanisme itu nanti akan terbuka ya, apakah kita nanti akan panja atau pansus. Terbuka dalam arti pada akhirnya konsensus itu akan tercapai di DPR," kata Muzani di kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan, Kamis, 6 Februari 2020.

    Partai Gerindra sebelumnya sempat mendorong pembentukan pansus. Namun partai besutan Prabowo Subianto ini akhirnya banting setir mendukung pembentukan panitia kerja (panja) bersama partai-partai koalisi pemerintah yang lain.

    Ditanya soal ini, Muzani berujar pada intinya Gerindra menginginkan permasalahan Jiwasraya diusut tuntas. Muzani mengatakan persoalan itu harus menjadi pelajaran yang mahal bagi pengelolaan keuangan Badan Usaha Milik Negara.

    Gerindra, kata dia, menilai pengembalian uang nasabah menjadi keniscayaan yang harus dirampungkan Jiwasraya. Adapun ihwal proses politik di DPR, Gerindra mengikuti konsensus fraksi-fraksi.

    "Prosesnya adalah bisa panja, bisa pansus. Sekarang panja itu dilakukan di tiga komisi, ya, sudah terserah aja. Silakan dibicarakan, fraksi pada prinsipnya akan ikut," ujar Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat ini.

    Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon sebelumnya mengatakan partainya diminta untuk mendukung panja, bukan pansus Jiwasraya. Fadli tak merinci permintaan dari siapa yang dia maksud.

    Namun dia tersenyum saat ditanya apakah permintaan itu berasal dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi. "Enggak tahu juga saya, kayaknya begitu," ujar Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 5 Februari 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.