Kasus Jiwasraya, Kejagung Periksa Sekretaris Pribadi Benny Tjokro

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Asuransi Jiwasraya, Syahmirwan mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung Jampidsus Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa, 14 Januari 2020. Kelima tersangka kasus Jiwasraya ini akan ditahan di lima rutan berbeda. ANTARA/Dhemas Reviyanto

    Mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Asuransi Jiwasraya, Syahmirwan mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung Jampidsus Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa, 14 Januari 2020. Kelima tersangka kasus Jiwasraya ini akan ditahan di lima rutan berbeda. ANTARA/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kejaksaan Agung kembali memeriksa Rina Mariatna, sekretaris pribadi Benny Tjokrosaputro, salah satu dari lima tersangka korupsi PT Asuransi Jiwasraya. Ia sudah diperiksa selama tiga hari berturut-turut sejak 4 Februari 2020.

    "Yang bersangkutan kembali kami panggil sebagai saksi untuk hari ini," ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Hari Setiyono melalui keterangan tertulis pada Kamis, 6 Februari 2020.

    Selain Rina, penyidik juga memeriksa Komisaris PT Dinas Sekuritas Tahun 2012 Retno Sianny Dewi, Direktur PT Maxima Integra Joko Hartomo, Institusional Sales di Maybank Asset Management Ericka Fretisya Quenda, Mohammad Paris, dan Moudy Mangkey.

    Dalam kasus korupsi Jiwasraya, Kejaksaan Agung telah menetapkan lima tersangka. Mereka adalah Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat, Komisaris Utama PT Hanson Internasional Tbk Benny Tjokrosaputro, mantan Direktur Utama PT Jiwasraya Hendrisman Rahim, mantan Direktur Keuangan PT Jiwasraya (Persero) Hary Prasetyo dan mantan Kepala Divisi Investasi Jiwasraya Syahmirwan. Kelimanya ditahan di rutan yang berbeda-beda.

    Penyidik juga telah menyita aset tersangka berupa kendaraan mewah, rekening efek, rekening tabungan, deposito, dokumen, komputer, sertifikat tanah, dan emas. Hingga saat ini, seluruh aset yang disita masih dalam penghitungan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.