Ingin Pulang ke Indonesia, WNI Eks ISIS Siap Ikut Deradikalisasi

Reporter

Editor

Amirullah

Suasana pengungsian WNI eks ISIS di Al-Hawl, Suriah, 23 Mei 2019. TEMPO/Hussein Abri Dongoram

TEMPO.CO, JakartaWNI eks ISIS di Rojava, Suriah, Aleeyah Mujahid (bukan nama sebenarnya), mengaku bersedia mengikuti program deradikalisasi jika bisa kembali ke tanah air.

"Karena program deradikalisasi itu merupakan salah satu tahap untuk saya bisa pulang ke keluarga, ya tentu enggak keberatan karena enggak bisa langsung lompat jauh," kata Aleeyah kepada Tempo, Rabu, 5 Februari 2020.

Wanita berusia 25 tahun asal Jakarta itu mengatakan akan kooperatif dengan program pemerintah jika proses pemulangannya berjalan lancar. Ia yakin program deradikalisasi itu tidak akan bertolak belakang dengan ajaran Islam.

Aleeyah pertama kali meninggalkan Jakarta pada Desember 2015. Melalui Turki, ia memasuki wilayah ISIS di Suriah pada Juli 2016 bersama suaminya. Ia mengatakan, niatnya ke sana untuk mencari kehidupan lebih baik. Bukan soal ekonomi, tetapi keselamatan agama. Ia ingin tinggal bersama umat muslim dari seluruh penjuru dunia dan rela diatur hukum Islam berdasarkan Al Quran dan sunnah.

Beberapa bulan menetap di sana, Aleeyah mulai melihat kebobrokan ISIS, terutama setelah kejatuhan Mosul pada akhir Oktober-awal November 2016. Berdasarkan pengalamannya, bergabung dengan ISIS sama seperti terlibat dalam sebuah kelompok gangster atau mafia bertopeng Islam. "Pas lo mau keluar, susah. They will never leave you alone."

Ketika ISIS mulai digempur habis-habisan pada 2017, Aleeyah dan anaknya pun dibawa ke kamp pengungsian hingga berakhir di kamp Rojava. Selama lebih dari 2 tahun ia berdoa dan berharap untuk bisa pulang ke Indonesia. Jika mendapat kesempatan kedua untuk menata ulang hidupnya, Aleeyah menuturkan tidak akan mengecewakan siapapun dan mengemis untuk kesempatan ketiga.

Selain itu, ia juga melihat dirinya bukanlah sosok yang radikal. Sehingga ia tak keberatan jika harus mengikuti persyaratan untuk bisa kembali ke tanah air. "Jadi saya enggak ada alasan untuk merasa berat."

Aleeyah menceritakan, sebagian besar penghuni di kamp Rojava, tempat tinggalnya saat ini, masih menunggu kebangkitan ISIS. Sebagian besar dari mereka adalah non WNI. Mereka juga mencoba menarik Aleeyah untuk kembali bergabung bersama ISIS.

"Tapi saya enggak pernah gubris. Saya sudah tiga kali diserang sama orang gendeng. Pendirian saya mantep buat pulang je Indonesia. Enggak akan berubah, enggak ragu, enggak akan terpengaruh sama kicauan mereka lagi. I'm well done from them," ucapnya.






Cerita Mantan Pendukung ISIS: Tobat Setelah Dipenjara

7 Maret 2020

Cerita Mantan Pendukung ISIS: Tobat Setelah Dipenjara

Mantan pendukung ISIS mengatakan bertobat setelah masuk penjara.


Eks Napiter Diminta Keluarga WNI Eks ISIS Fasilitasi Pemulangan

7 Maret 2020

Eks Napiter Diminta Keluarga WNI Eks ISIS Fasilitasi Pemulangan

Menurut eks napiter, Haris Amir Falah, keluarga WNI eks ISIS yang ingin dipulangkan itu berjumlah 10-12 orang.


Pemerintah Masih Kaji Pemulangan Anak Yatim Piatu WNI Eks ISIS

7 Maret 2020

Pemerintah Masih Kaji Pemulangan Anak Yatim Piatu WNI Eks ISIS

Pemerintah memutuskan akan memulangkan anak yatim piatu WNI eks ISIS yang berusia di bawah 10 tahun.


Cerita WNI Eks ISIS dalam Film Seeking The Imam

4 Maret 2020

Cerita WNI Eks ISIS dalam Film Seeking The Imam

Film yang bercerita tentang pengalaman WNI eks ISIS ini mengisahkan tentang pengalaman Dania.


Mahfud MD Sebut Jumlah WNI Eks ISIS yang Terdata Bertambah

28 Februari 2020

Mahfud MD Sebut Jumlah WNI Eks ISIS yang Terdata Bertambah

Mahfud MD meminta masyarakat dan semua pihak maklum atas adanya perubahan data terkait jumlah WNI eks ISIS di Timur Tengah.


Mahfud MD: BNPT Identifikasi Anak Yatim Piatu WNI Eks ISIS

28 Februari 2020

Mahfud MD: BNPT Identifikasi Anak Yatim Piatu WNI Eks ISIS

Selain melakukan identifikasi dan validasi terhadap WNI eks ISIS, Mahfud MD menegaskan paspor mereka sudah diblokir.


Yasonna Sebut Sedang Data 1.276 Orang Indonesia yang Gabung ISIS

26 Februari 2020

Yasonna Sebut Sedang Data 1.276 Orang Indonesia yang Gabung ISIS

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengatakan ada ribuan orang Indonesia yang bergabung dengan ISIS di Suriah.


Pemerintah Tutup Identifikasi Anak WNI Eks ISIS ke Publik

25 Februari 2020

Pemerintah Tutup Identifikasi Anak WNI Eks ISIS ke Publik

Mahfud Md meminta masyarakat mempercayakan proses pemulangan hingga merawat anak-anak WNI eks ISIS itu di tangan negara.


Bukan 600, Menteri Yasonna Sebut Ada 1.276 WNI Eks ISIS di Suriah

25 Februari 2020

Bukan 600, Menteri Yasonna Sebut Ada 1.276 WNI Eks ISIS di Suriah

Sebanyak 297 WNI eks ISIS tersebut memiliki paspor Indonesia dengan data lengkap. Pemerintah sedang melakukan asesmen dibantu pihak intelijen.


Data WNI eks ISIS Mulai Disetor ke Kemenkumham

25 Februari 2020

Data WNI eks ISIS Mulai Disetor ke Kemenkumham

Menurut Mahfud Md, pemblokiran paspor itu berlaku untuk WNI eks ISIS yang dewasa. Sementara untuk anak-anak, pemerintah bersedia memulangkan mereka.