Politikus PDIP Kritik Andre Rosiade soal Penggerebekan PSK

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Komisi VIII DPR, Diah Pitaloka dan Selly Andriany berkunjung ke Balai Wyata Guna Bandung, Jawa Barat, Sabtu 1 Februari 2020. Foto: Kementerian Sosial

    Anggota Komisi VIII DPR, Diah Pitaloka dan Selly Andriany berkunjung ke Balai Wyata Guna Bandung, Jawa Barat, Sabtu 1 Februari 2020. Foto: Kementerian Sosial

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Diah Pitaloka angkat bicara ihwal penggerebekan pekerja seks komersial (PSK) yang dilakukan oleh politikus Gerindra Andre Rosiade. Diah menilai cara itu mengorbankan perempuan yang bisa jadi juga merupakan seorang ibu.

    "Kalau saya tidak tega melakukan hal seperti itu, karena bisa jadi dia adalah ibu seseorang," kata Diah kepada Tempo, Rabu malam, 5 Februari 2020.

    Diah mengatakan bukan berarti dirinya membenarkan prostitusi. Namun dia menilai ada banyak cara lain yang bisa dilakukan dalam berkontribusi mengatasi persoalan tersebut.

    "Solusinya bisa jadi kita menyadarkan, atau kalau dia punya persoalan kita bantu, itu lebih solutif," kata anggota Komisi Sosial Dewan Perwakilan Rakyat ini.

    Diah juga menyoal ketidakadilan perlakuan terhadap perempuan pekerja seks dengan laki-laki yang menggunakan jasanya. Ia mempertanyakan apakah pengguna jasa mendapat perlakuan sama.

    "Apakah pelanggannya juga diperlakukan sama? Dalam persoalan prostitusi ini, solusinya tidak harus mempermalukan," ucap Diah.

    Andre Rosiade tengah disorot lantaran mengikuti penggerebekan terhadap seorang pekerja seks komersial pada 26 Januari lalu di sebuah hotel berbintang di Kota Padang, Sumatera Barat.

    Kepolisian Daerah Sumatera Barat menyebut penggerebekan prostitusi online itu bermula dari informasi Andre. Perempuan pekerja seks berinisial NN yang ditangkap dalam penggerebekan tersebut kini sudah berstatus tersangka.

    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumbar Komisaris Besar Stefanus Satake Bayu Septianto membantah penggerebekan itu merupakan jebakan. "Bukan jebakan, kan berproses," ujar dia.

    Adapun Andre tak berkomentar ihwal tuduhan dirinya sengaja menjebak pekerja seks tersebut. "Saya tidak masalah ada yang fight back saya membongkar kemaksiatan. Silakan saja ikuti proses hukum yang berlaku," kata Andre Rosiade kepada Tempo, Selasa malam, 4 Februari 2020.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI | ROSSENO AJI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.