Bekas Staf Hasto di DPR Sebut Duit Suap Wahyu dari Harun Masiku

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka Saeful Bahri meninggalkan gedung KPK seusai menjalani pemeriksaan, di Jakarta, Senin, 27 Januari 2020. Penyidik KPK melakukan perpanjangan penahanan selama 40 hari ke depan terhadap Saeful yang merupakan terduga pemberi suap terkait penetapan anggota DPR 2019-2024.TEMPO/Imam Sukamto

    Tersangka Saeful Bahri meninggalkan gedung KPK seusai menjalani pemeriksaan, di Jakarta, Senin, 27 Januari 2020. Penyidik KPK melakukan perpanjangan penahanan selama 40 hari ke depan terhadap Saeful yang merupakan terduga pemberi suap terkait penetapan anggota DPR 2019-2024.TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, JakartaTersangka penyuap mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum Wahyu Setiawan, Saeful Bahri, mengatakan sumber dana suap berasal dari calon legislatif PDIP Harun Masiku. "Sumber dana semua dari Pak Harun," kata dia seusai diperiksa di KPK, Jakarta, Rabu, 5 Februari 2020.

    Ia menyangkal bahwa duit suap yang diduga dia berikan berasal dari Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto. "Enggak itu urusan," ujar dia.

    Saeful merupakan staf Hasto saat Sekjen PDIP ini menjadi anggota DPR periode 2004-2009. Ketika itu, ia duduk di Komisi VI yang membidangi perdagangan, perindustrian, investasi, dan koperasi.

    Hasto membenarkan informasi ini. Namun, ia mengatakan tak terkait suap terhadap Wahyu. "Saeful ini dari swasta," ujar Hasto. "Bukan staf sekjen ya."

    Sementara, pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri mengatakan Saeful diperiksa untuk mendalami terkait aliran dana dalam perkara ini. Namun dia tak merinci hasil pemeriksaan tersebut. "Keterangannya masih seputar tentang pemberian dan penerimaan uang," ujar Fikri.

    Dalam perkara ini, KPK menduga Wahyu Setiawan menerima janji suap sebanyak Rp 900 juta terkait pergantian antarwaktu anggota DPR. Dia diduga menerima uang itu dari bekas anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina.

    Suap diduga berasal dari caleg PDIP Harun Masiku dan swasta, Saefulah. Harun memberikan uang itu untuk memuluskan jalannya menjadi anggota DPR melalui jalur pergantian antarwaktu. Hingga saat ini, Harun masih buron.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cesium 137 dan Bahaya Radiasi Pada Tubuh Manusia

    Cesium 137 adalah bahan radioaktif yang digunakan berbagai industri dan pengobatan. Bila salah dikelola, bahan itu akan menimbulkan sejumlah penyakit.