Jimly Asshiddiqie Sarankan Paspor WNI Eks ISIS Dicabut

Reporter

Editor

Amirullah

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie saat ditemui usai menghadiri open house Oesman Sapta Odang di kediamannya di Jalan Karang Asem Utara Nomor 34, Kuningan, Jakarta Selatan. Dewi Nurita/Tempo.

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia Jimly Asshiddiqie menyarankan pemerintah mencabut paspor WNI eks ISIS di Suriah sebelum dipulangkan ke tanah air.

"Jadi saya sarankan, cabut dulu paspornya. Nanti urusan belakangan kalau dia ingin kembali lagi," kata Jimly di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Rabu, 5 Februari 2020.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini mengatakan pencabutan paspor merupakan salah satu bentuk hukuman agar menimbulkan efek jera. Jimly juga menilai, jika eks pendukung ISIS asal Indonesia ingin kembali menjadi WNI maka harus dibebani sejumlah syarat, termasuk tes. Syarat tersebut jangan hanya selembar kertas.

"Harus ada pembinaan supaya dia menyadari kesalahannya. Jadi ini satu agenda serius. Biar pemerintah menanganinya, Menkopolhukam sudah membicarakan itu," kata dia.

Selain itu, eks ISIS asal Indonesia itu juga harus mengikuti aturan konstitusional Indonesia dan tidak boleh lagi mengikuti perang untuk negara lain jika ingin kembali menjadi WNI. "Kalau dia tidak mau kembali lagi ke Indonesia, ya, biarin saja."

Pemerintah Indonesia berencana untuk memulangkan 600 WNI eks ISIS. Menteri Agama Fachrul Razi bahkan menyebut ratusan WNI yang pernah tergabung dalam ISIS itu sebagian besar telah membakar paspor Indonesia agar merasa dekat dengan Tuhan.

Rencana pemulangan itu masih dalam tahap pembahasan yang dipimpin Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Kementerian Luar Negeri, Imigrasi, Kementerian Agama, Kementerian Sosial, Kementerian Dalam Negeri, Polri, Badan Intelijen Negara, dan Badan Intelijen Strategis.






Pejabat di Amerika Minta Pemulangan Keluarga mantan Anggota ISIS Dipercepat

14 hari lalu

Pejabat di Amerika Minta Pemulangan Keluarga mantan Anggota ISIS Dipercepat

Pemulangan keluarga ISIS ke negara asalnya memakan waktu yang panjang, hingga empat tahun. Padahal kondisi kamp sudah tidak aman


Amerika Serikat Andalkan Dendam Korban untuk Hancurkan Sisa-Sisa ISIS

14 hari lalu

Amerika Serikat Andalkan Dendam Korban untuk Hancurkan Sisa-Sisa ISIS

Militer Amerika Serikat mengandalkan bantuan suku-suku Arab untuk melumpuhkan jaringan Negara Islam, yang masih bertahan di sejumlah lokasi di Suriah


Pengeboman Kedubes Rusia di Afghanistan, ISIS Mengaku Bertanggung Jawab

21 hari lalu

Pengeboman Kedubes Rusia di Afghanistan, ISIS Mengaku Bertanggung Jawab

Pengeboman di Kedubes Rusia di Afghanistan menyebabkan dua staf kedutaan tewas dan puluhan warga Afghanistan yang sedang mengantre visa.


Serangan Konvoi Mobil Tewaskan 35 Warga Sipil Burkina Faso

21 hari lalu

Serangan Konvoi Mobil Tewaskan 35 Warga Sipil Burkina Faso

Sedikitnya 35 warga sipil tewas dan 37 lainnya terluka di Burkina Faso ketika sebuah kendaraan dalam konvoi menabrak bom IED.


Bom Bunuh Diri di Kedutaan Rusia di Kabul, 2 Diplomat Tewas dan 11 Luka-Luka

22 hari lalu

Bom Bunuh Diri di Kedutaan Rusia di Kabul, 2 Diplomat Tewas dan 11 Luka-Luka

Bom bunuh diri di depan Kedutaan Rusia di Kabul sebabkan 2 tewas dan 11 luka-luka, termasuk seorang diplomat yang menderita cedera.


Jimly Asshiddiqie Dukung Bahtiar Jadi Pj Gubernur DKI Pengganti Anies Baswedan

22 hari lalu

Jimly Asshiddiqie Dukung Bahtiar Jadi Pj Gubernur DKI Pengganti Anies Baswedan

Jimly Asshiddiqie menilai Dirjen Kemendagri Bahtiar cocok jadi Pj Gubernur DKI pengganti Anies Baswedan. Netral dan tak punya kepentingan politik.


PBB: Militer Mali dan Tentara Bayaran Rusia Bunuh 50 Warga Sipil

26 hari lalu

PBB: Militer Mali dan Tentara Bayaran Rusia Bunuh 50 Warga Sipil

Sedikitnya 50 warga sipil tewas dalam operasi militer oleh tentara Mali dan tentara bayaran asal Grup Wagner Rusia pada 19 April 2022, kata PBB


Libya Temukan 15 Jasad di Dua Kuburan Massal Sirte

26 hari lalu

Libya Temukan 15 Jasad di Dua Kuburan Massal Sirte

Dua kuburan massal itu ditemukan di kebun Rumah Sakit Ibn Sina berkat petunjuk dari Kantor Jaksa Distrik Sirte. Libya


Pilpres 2024, Parpol Dinilai Harus Pertimbangkan Adanya Capres Alternatif

26 hari lalu

Pilpres 2024, Parpol Dinilai Harus Pertimbangkan Adanya Capres Alternatif

Sejumlah pengamat politik menilai partai harus memperhatikan adanya capres alternatif pada Pilpres 2024.


Gorok Dua Wanita di Swiss, Anggota ISIS Disidang

28 hari lalu

Gorok Dua Wanita di Swiss, Anggota ISIS Disidang

Seorang wanita Swiss anggota ISIS menghadapi persidangan pada Senin waktu setempat dengan tuduhan mencoba menggorok leher dua wanita