Pemerintah Akan Beri Fasilitas Overstay bagi WNA Asal Cina

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah wisatawan asing asal China antre di konter lapor diri (check-in) Terminal Keberangkatan Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Selasa 28 Januari 2020. Agen biro perjalanan China memulangkan ratusan wisatawannya yang sedang berkunjung di Batam menyusul merebaknya wabah virus Corona, selain itu pihak Bandara Hang Nadim juga menghentikan sementara penerbangan dari China ke Batam sampai batas waktu yang belum ditentukan. ANTARA FOTO/M N Kanwa

    Sejumlah wisatawan asing asal China antre di konter lapor diri (check-in) Terminal Keberangkatan Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Selasa 28 Januari 2020. Agen biro perjalanan China memulangkan ratusan wisatawannya yang sedang berkunjung di Batam menyusul merebaknya wabah virus Corona, selain itu pihak Bandara Hang Nadim juga menghentikan sementara penerbangan dari China ke Batam sampai batas waktu yang belum ditentukan. ANTARA FOTO/M N Kanwa

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah memutuskan akan memberikan fasilitas overstay atau tinggal di suatu tempat lebih lama dari masa yang diizinkan, bagi Warga Negara Asing atau WNA asal Cina yang tak bisa pulang ke negara asalnya.

    Saat ini, Indonesia memang tengah memberlakukan kebijakan penutupan sementara rute penerbangan dari dan ke Cina guna menghindari dampak buruk virus corona.

    "Terkait dengan tenaga kerja atau turis dari Cina yang masih di Indonesia dan belum sempat pulang, pemerintah akan memfasilitasi perpanjangan visa overstay. Itu yang akan difasilitasi overstay sampai sebulan," ujar Airlangga di Istana Bogor, Jawa Barat pada Selasa, 4 Februari 2020

    Pemerintah memastikan akan menutup sementara rute penerbangan dari dan ke Cina per Rabu, 4 Februari 2020 pukul 00.00. Atas kebijakan tersebut, maka pemerintah mengeluarkan kebijakan-kebijakan terkait keimigrasian, termasuk fasilitas overstay. "Ini akan dimonitor sampai dengan setiap dua minggu di Februari 2020," ujar Airlangga

    Untuk mengantisipasi penurunan turis akibat wabah virus corona, pemerintah juga akan mendorong pemberlakuan tarif khusus untuk penerbangan ke destinasi wisata seperti Bali, Batam, Bintan, atau Manado, yang selama ini banyak dikunjungi turis-turis dari Cina.

    "Pemerintah akan menyiapkan skenario berikutnya, akibat virus corona yang tentunya berdampak terhadap perekonomian nasional. Kami akan monitor sampai pertengahan Februari ini," ujar Airlangga.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.