Demokrat - PKS Sebut Pansus Jiwasraya Lebih Baik Ketimbang Panja

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kantor Pusat Asuransi Jiwasraya. TEMPO/Tony Hartawan

    Kantor Pusat Asuransi Jiwasraya. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Fraksi Partai Demokrat dan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyambangi Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat untuk meminta pembentukan Panitia Khusus atau Pansus Jiwasraya

    “Ini keseriusan fraksi kami, untuk mendalami kasus Jiwasraya supaya terang benderang. Supaya kasus Jiwasraya ini terkoordinasi dan tuntas,” kata anggota Fraksi Demokrat Herman Khaeron kepada Wakil Ketua DPR Aziz Syamsuddin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 4 Februari 2020.

    Herman mengatakan Fraksi Partai Demokrati serius dalam pembentukan hak angket Pansus Jiwasraya. Ia menilai seharusnya DPR membentuk pansus ketimbang beberapa Panja di tingkat komisi seperti sekarang ini.

    Fraksi Demokrat, kata dia, sudah melengkapi surat yang ditandatangani oleh 50 anggota fraksi. “Jadi kami juga melengkapi surat dan tanda tangan sudah ada,” ucapnya.

    Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini mengatakan fraksinya juga meminta pembentukan Pansus. Ia menyebut permintaan ini bukan ingin menjatuhkan nama pemerintah, namun ingin membuka secara terang kasus Jiwasraya ini.

    “Jadi sebenarnya kami mengusulkan Pansus ini bukan menjatuhkan pemerintah atau apa, tetapi ingin membuka secara terang benderang. Kemudian penegakan hukum objektif, kemudian kami tidak ingin ambruk dunia industri sejenis,” kata dia di lokasi yang sama.

    Hadir anggota fraksi Demokrat Benny K. Harman, Hinca Panjaitan, Herman Khaeron dan anggota Fraksi Demokrat lainnya. Sementara anggota Fraksi PKS, Ketua Jazuli Juwaini, Aboe Bakar Al-Habsyi, Ledia Hanifa Amaliah hingga Dimyati Natakusuma.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.