Demokrat dan PKS Serahkan Berkas Pembentukan Pansus Jiwasraya

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kantor Pusat Asuransi Jiwasraya. TEMPO/Tony Hartawan

    Kantor Pusat Asuransi Jiwasraya. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, JakartaFraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Fraksi Partai Demokrat menyerahkan berkas usulan pembentukan Panitia Khusus atau Pansus Jiwasraya kepada pimpinan DPR.

    Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Jazuli Juwaini mengatakan usulan itu merupakan aspirasi yang dikumpulkan dari dua fraksi.

    "Ini berkaitan dengan masalah yang muncul, paling popular adalah Jiwasraya, kemudian Asabri, dan persoalan lainnya," ujar Jazuli di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa, 4 Februari 2020.

    Berbekal berkas usulan yang telah ditandatangani seluruh anggota fraksi, ia dan beberapa anggota fraksi PKS dan Demokrat pun menyambangi Wakil Ketua DPR Aziz Syamsuddin.

    Jazuli berharap usulan tersebut bisa ditindaklanjuti dan didukung fraksi-fraksi lain sehingga sengkarut persoalan yang membelit Jiwasraya bisa diselesaikan. "Kami tidak ingin industri sejenis ambruk," tuturnya.

    Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat Herman Khaeron mengatakan langkah yang ditempuh itu membuktikan fraksinya serius untuk mengajukan Pansus Hak Angket. Karena itu, ia berharap pimpinan DPR bisa mendalami dan menindaklanjuti berkas tersebut.

    Ia meyakini persoalan Jiwasraya bisa semakin terang benderang dengan pembentukan pansus. Herman mengatakan dengan adanya tiga Panitia Kerja terkait Jiwasraya, sudah seyogyanya dibentuk Panitia Khusus. 

    "Logikanya ada tiga Panja itu bisa menjadi Pansus, karena itu sesuai hak konstitusional kami, kami mengajukan usulan pembentukan Pansus," tutur Herman. Saat ini Panja telah dibentuk oleh Komisi III untuk penegakkan hukum, Komisi VI terkait Badan Usaha Milik Negara, dan Komisi XI terkait industri jasa keuangan.

    Aziz Syamsuddin mengatakan berkas itu akan dilanjutkan sesuai dengan tata tertib dan administrasi. Apalagi, usulan itu sudah sesuai ketentuan, yaitu diajukan lebih dari satu fraksi dan ditandatangani semua anggota. "Jadi akan kami salurkan sesuai dengan mekanisme, kami akan bawa ke pimpinan dan mudah-mudahan menjadi perhatian bagi anggota dewan lainnya," kata dia.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.