Dampak Virus Corona, Mall di Batam Sepi Pengunjung

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana salah satu mall di Batam yang sepi pengunjung, Selasa, 4 Februari 2020. Tempo/Yogi Eka Sahputra

    Suasana salah satu mall di Batam yang sepi pengunjung, Selasa, 4 Februari 2020. Tempo/Yogi Eka Sahputra

    TEMPO.CO, Batam - Mewabahnya virus Corona di Wuhan, Cina, membuat sejumlah mall di Kota Batam sepi pengunjung, Selasa, 4 Februari 2020. Kebanyakan pengunjung mall di Batam adalah turis Cina.

    Pantauan Tempo, di Mega Mall kondisi nampak sepi. Hanya ada beberapa orang petugas kebersihan dan keamanan yang lalu lalang.

    Tidak hanya di tempat belanja, kondisi lengang juga terlihat di tempat makan lantai dua mall. Restoran hanya diisi para pekerja di sekitaran kawasan mall.

    Salah seorang karyawan di Mega Mall bercerita kepada Tempo, beberapa hari ini mall sepi kunjungan turis. "Biasanya restoran kami ramai turis kalau sudah masuk makan siang," ujar wanita yang sering dipanggil Sari, Selasa, 4 Februari 2020.

    Ia melanjutkan, biasanya yang banyak berkunjung adalah turis asal Cina yang datang dari Singapura. Apalagi kawasan mall ini terhubung dengan pelabuhan Internasional Batam Center. "Sekarang hanya ada pembeli pekerja-pekerja disini saja" kata dia. 

    Kondisi sepi juga terjadi di akhir pekan. Biasanya akhir pekan mall ramai turis. "Mulai terasa sekali sepinya minggu pertama Februari inilah," kata pria yang tidak mau disebutkan namanya itu. "Mungkin karena virus Corona," dia melanjutkan.

    Di Batam belum terdapat pasien yang positif Corona. Beberapa waktu terduga sempat dirawat di rumah sakit di Batam. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, Kementerian Kesehatan menyatakan pria yang baru kembali dari Singapura tersebut negatif virus Corona. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.