Pemerintah Pertimbangkan Dampak Pemulangan 600 WNI Eks ISIS

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo alias Jokowi (kedua kiri) didampingi Wapres Ma'ruf Amin (ketiga kiri) dan Menteri Agama Fachrul Razi (kiri) memanjatkan doa saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 1441 H/2019 M di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 8 November 2019. Dalam acara ini, Ma'ruf Amin menyampaikan sambutan. ANTARA/Wahyu Putro A

    Presiden Joko Widodo alias Jokowi (kedua kiri) didampingi Wapres Ma'ruf Amin (ketiga kiri) dan Menteri Agama Fachrul Razi (kiri) memanjatkan doa saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 1441 H/2019 M di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 8 November 2019. Dalam acara ini, Ma'ruf Amin menyampaikan sambutan. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan pemerintah masih mengkaji rencana pemulangan 600 WNI eks ISIS ke Tanah Air. Pemerintah mempertimbangan dampak negatif dan positif dari rencana tersebut.

    "Rencana pemulangan mereka itu belum diputuskan pemerintah dan masih dikaji secara cermat oleh berbagai instansi terkait di bawah koordinasi Menkopolhukam. Tentu ada banyak hal yang dipertimbangkan, baik dampak positif maupun negatifnya," kata Fachrul melalui siaran pers yang diterima Tempo pada Selasa, 4 Februari 2020.

    Dia menjelaskan, pembahasan ini masih terus dilakukan. Dia menyebut Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memberikan saran terkait pentingnya upaya pembinaan jika WNI eks ISIS dipulangkan.

    Meski begitu, kata Fachrul, proses pembinaan itu bukan hal mudah karena mereka adalah orang-orang yang sudah terpapar oleh idealisme yang sangat radikal. "Kami akan terus upayakan langkah terbaik, dengan menjalin sinergi semua elemen masyarakat. Tidak hanya pemerintah, tapi juga LSM dan ormas keagamaan," katanya.

    Sebelumnya, Fachrul menyebut BNPT akan memulangkan 600 warga negara Indonesia yang tergabung dalam ISIS dari Timur Tengah. Dia menyebut 600 WNI yang tergabung dalam ISIS itu sebagian besar telah membakar paspor Indonesia agar merasa dekat dengan Tuhan.

    "Sekarang mereka terlantar di sana dan karena kepentingan kemanusiaan akan dikembalikan ke Indonesia," ujar dia dalam sambutannya di acara deklarasi Organisasi Masyarakat Pejuang Bravo Lima di Ballroom Discovery Ancol Hotel, Taman Impian Jaya Ancol pada Sabtu, 1 Februari 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.