Ini 6 Poin Tuntutan Masyarakat Terkait Karantina WNI di Natuna

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Natuna - Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal dan beberapa perwakilan masyarakat berangkat ke Jakarta menemui presiden Joko Widodo atau Jokowi pada Senin, 3 Februari 2020. Mereka berangkat ke Jakarta membawa enam poin tuntutan terkait keputusan pemerintah pusat mengkarantina atau mengobservasi WNI yang dievakasui dari Cina di Natuna.

    Hamid mengatakan pemerintah daerah tidak pernah diberitahu informasi observasi. "Saya tidak tahu program ini," ujarnya. "Ini program pemerintah pusat." Makanya, ia dan rombongan ingin meminta penjelasan Jokowi sekaligus membawa enam tuntutan.

    1. Memindahkan Karantina ke Kapal Perang

    Mereka meminta WNI yang dievakuasi dari Cina akibat wabah Virus Corona dipindahkan ke kapal perang KRI. Tujuannya agar observasi dilakukan di lepas pantai dan tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

    2. Meminta Jaminan

    Masyarakat juga meminta pemerintah pusat dan daerah memberi kompensasi berupa jaminan kesehatan seperti posko di Natuna.

    3. Mendatangkan Psikiater dan Dokter

    Masyarakat meminta pemerintah mendatangkan dokter dan psikiater ke Natuna. "Karena saat ini kami tahu masalah ini tidak hanya berdampak kepada fisik, tetapi juga mental masyarakat Natuna," kata perwakilan masyarakat. 

    Mereka juga meminta Menteri Kesehatan Terawan wajib berkantor di Natuna. "Karena kami ingin itu bentuk jaminan kesehatan dan keamanan," kata masyarakat.

    5. Meminta Pemerintah Pusat Sosialisasikan Program

    Masyarakat juga menuntut segala kebijakan pemerintah pusat untuk ke depannya dapat disosialisasikan. "Karena kondisi hari ini adalah contoh tidak ada sosialisasi kepada masyarakat Natuna, sehingga masyarakat resah," masyarakat lainnya.

    6. Meminta Pemda Menjadi Jembatan dengan Pusat

    Masyarakat juga meminta pemerintah daerah bisa menjadi penyambung lidah masyarakat kepada pemerintah pusat. Jika tuntutan tidak dijalankan masyarakat akan membuat mosi tak percaya baik kepada eksekutif maupun legislatif.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.