Terawan akan Berkantor di Natuna Sampai Observasi WNI Selesai

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menghadiri acara Presidential Lecture Internalisasi dan Pembumian Pancasila di Istana Negara, Jakarta, Selasa 3 Desember 2019. TEMPO/Subekti.

    Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menghadiri acara Presidential Lecture Internalisasi dan Pembumian Pancasila di Istana Negara, Jakarta, Selasa 3 Desember 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto akan berkantor di Natuna, Kepulauan Riau, sampai seluruh WNI yang dievakuasi dari Cina selesai diobservasi atau karantina.

    "Sampai mereka kembali," kata Terawan setelah mengikuti Rapat Dengar Pendapat terkait Virus Corona dengan Komisi IX DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin, 3 Februari 2020. "Tanggung jawab. Itu pertimbangannya tanggung jawab. Saya bertanggung jawab sebagai Menteri Kesehatan," katanya.

    Ia mengatakan sudah mendampingi para WNI dari Wuhan sejak persiapan tempat hingga kedatangan mereka. "Mulai dari penyiapan hingga kedatangan saya ada di sana," katanya.

    Kedatangannya ke Jakarta hari ini, katanya, adalah untuk memenuhi permintaan memberikan penjelasan mengenai situasi dan penanganan Virus Corona kepada Komisi IX DPR dalam Rapat Dengar Pendapat.

    "Saya kembali ke sini sebagai tanggung jawab saya karena saya harus memberikan penjelasan pada RDP, rapat dengar pendapat ini secara tuntas," katanya.

    Pada Selasa, 4 Februari 2020, Menteri Kesehatan akan kembali ke Natuna untuk berkantor di sana sehingga dapat memantau perkembangan para WNI itu selama masa karantina.

    Dia mengatakan akan terus berkonsentrasi menangani para WNI dari Wuhan sehingga mereka dapat melewati masa observasi dengan baik. "Konsentrasi saya, yaitu pada WNI yang baru pulang, supaya terobservasi dengan baik. Kalau konsentrasi terpecah-pecah tidak fokus. Nanti seterusnya enggak baik," katanya.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.