Soal Virus Corona, Terawan: Belum Perlu Anggaran Pengadaan Masker

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto saat menyampaikan pidato pada peringatan Hari Gizi Nasional di lapangan Kementerian Kesehatan Jakarta pada Selasa, 28 Januari 2020. TEMPO/Sarah Ervina Dara Siyahailatua

    Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto saat menyampaikan pidato pada peringatan Hari Gizi Nasional di lapangan Kementerian Kesehatan Jakarta pada Selasa, 28 Januari 2020. TEMPO/Sarah Ervina Dara Siyahailatua

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan pemerintah Indonesia belum perlu menyediakan anggaran untuk pengadaan masker untuk mencegah virus corona. Sebab, kata dia, Indonesia masih dalam tahap deteksi.

    "Kalau sekarang masih tahap detected dan prevent, jangan bergerak ke response, misalnya semua harus pakai masker. Wah, itu kerugian negaranya luar biasa, penganggaran akan salah, nanti terjadi ineficiency budgeting," ujar Terawan dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan pada Senin, 3 Februari 2020.

    Menurut Terawan, yang perlu dilakukan saat ini adalah mengimbau masyarakat untuk melaksanakan gerakan masyarakat hidup sehat dengan makan makanan bergizi seimbang, istirahat cukup, dan olahraga dengan teratur. "Semua itu perlu untuk menjaga imunitas. Kuncinya hanya itu," kata Terawan.

    Di tengah mewabahnya virus corona, penjualan masker laris manis. Di Kota Batam misalnya, beberapa apotek mulai kehabisan pasokan karena diborong oleh orang Cina.

    Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sampai mengingatkan agar kuota masker untuk kebutuhan di dalam negeri diprioritaskan agar jangan sampai seluruh masker terserap ke Cina di tengah merebaknya wabah Virus Corona.

    Dia mengatakan bahwa negara-negara seperti Indonesia tentunya juga harus menyiapkan kuota untuk kebutuhan di dalam negeri terlebih dahulu. "Jangan sampai nanti semuanya diserap dan untuk kebutuhan di dalam negeri tidak kebagian," kata Airlangga di Jakarta, Senin, 3 Februari 2020.

    Menurut pedagang di Pasar Pramuka, Jakarta, penjualan masker mengalami peningkatan hingga tiga kali lipat dibanding hari biasa setelah wabah Virus Corona, sementara untuk masker jenis N95 telah langka di pasaran.

    Sedangkan di Cina, negara yang dilanda wabah virus corona, membutuhkan  50-60 juta masker per hari dalam rangka mencegah penularan lebih luas di tengah-tengah masyarakatnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.