Bos Kedai Ramen di Bandung Diduga Terlibat Pembunuhan

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pembunuhan menggunakan senjata tajam. shutterstock.com

    Ilustrasi pembunuhan menggunakan senjata tajam. shutterstock.com

    TEMPO.CO, JakartaEdward Silaban (59 tahun), pria yang dikabarkan hilang saat menagih utang dari manajer kedai ramen di daerah Gandasoli, Kabupaten Bandung, diduga menjadi korban pembunuhan. Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandung telah menangkap lima orang yang diduga terlibat pembunuhan Edward.

    Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Bandung Ajun Komisaris Agta Bhuwana menyebutkan, dari keterangan lima orang tersangka yang telah ditangkap, Edward dibunuh oleh manajer kedai ramen berinisial LJ.

    Saat ini, tim penyidik masih memburu LJ. "Iya, diduga korban pembunuhan. Pelaku utamanya masih kami kejar," kata Agta saat dihubungi Tempo, Senin, 3 Februari 2020.

    Kelima tersangka yang berinisial DM, SR, DS, AM dan IN, itu diduga ikut terlibat dalam pembunuhan tersebut. Sebagian dari tersangka merupakan karyawan kedai ramen yang dikunjungi oleh korban. "Sementara lima orang telah kami tangkap. Mereka mengaku bahwa korban dibunuh," kata Agta.

    Kendati demikian, penyidik masih belum menemukan jenazah korban. Agta mengatakan, polisi menduga, korban dibuang oleh pelaku setelah dibunuh. "Korban diduga dibuang oleh pelaku. Kita masih mencari," ucapnya.

    Edward sempat dikabarkan hilang oleh keluarganya setelah terakhir mengunjungi kedai ramen milik LJ, pada 28 Januari 2020. Edward saat itu berkunjung untuk mengambil utang dari LJ. Menurut keluarga korban, LJ memilki utang kepada Edward sejumlah Rp 70 juta.

    Pihak keluarga sempat menemukan sepeda motor korban di belakang kedai tersebut. Motor korban disembunyikan oleh para pelaku dengan cara ditutupi oleh tumpukan kasur.

    Agta mengatakan, posisi pelaku utama telah teridentifikasi. Ia berjanji tak lama lagi terduga pelaku pembunuhan itu akan ditangkap. "Secepatnya akan kami ungkap," ujar dia.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.