Menteri Kesehatan Terawan akan 'Berkantor' di Natuna Mulai Besok

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyambangi kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat, 20 Desember 2019. Tempo/Egi Adyatama

    Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyambangi kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat, 20 Desember 2019. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto telah menerima instruksi dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk berkantor sementara di Natuna. Perintah ini keluar setelah Pemerintah Pusat mengevakuasi 238 Warga Negara Indonesia (WNI) dari Provinsi Hubei, Cina, pada Ahad, 2 Februari 2020.

    Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Widyawati mengatakan, Terawan akan bertolak ke Natuna pada Selasa, 4 Februari 2020. 

    "Hari ini ke DPR karena dipanggil Raker. Sebelumnya, beliau sudah 3 hari di Natuna. Insya Allah kembali ke Natuna besok," kata Widyawati lewat pesan singkat, Senin, 3 Februari 2020.

    Sebanyak 238 WNI bersama 42 tim penjemput telah tiba di Tanah Air. Mereka menjalani transit observasi di Natuna selama 14 hari, baru kemudian bisa pulang dan bertemu keluarga masing-masing.

    Agar masyarakat Natuna merasa aman, Presiden Jokowi menginstruksikan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto untuk berkantor selama dua pekan ini di Natuna.

    "Jaminan perlindungan kesehatan yang sangat ketat dipantau secara langsung Menteri Kesehatan bersama tim yang diinstruksikan Presiden untuk berkantor di Natuna," kata Juru Bicara Istana, Fadjroel Rachman lewat keterangan tertulis pada Senin, 3 Februari 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.