Ketua MPR: Gus Solah Tokoh Panutan Bekerja Demi Persatuan Bangsa

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kerabat mendoakan almarhum KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah di rumah duka di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta, Senin, 3 Februari 2020. ANTARA

    Sejumlah kerabat mendoakan almarhum KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah di rumah duka di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta, Senin, 3 Februari 2020. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengenang K.H. Salahuddin Wahid atau Gus Solah sebagai sosok tokoh panutan yang selalu berbicara dan bekerja demi persatuan dan kesatuan bangsa. "Saya dan segenap keluarga besar MPR sangat berduka atas wafatnya Gus Solah. Almarhum tidak hanya dikenal sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng di Jombang, tetapi sudah menjadi tokoh panutan yang selalu berbicara dan bekerja demi terwujudnya persatuan umat beragama," kata Bambang dalam keterangannya di Jakarta, Senin, 3 Februari 2020.

    Menurut Bambang, almarhum Gus Solah akan selalu dikenang sebagai negarawan yang gigih menjaga dan merawat persatuan bangsa. Kepergiannya, bukan hanya kehilang bagi keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU), tetapi para sahabat almarhum dari berbagai kalangan dan komunitas lainnya pun merasakan kehilangan, termasuk Partai Golkar.

    "Nama almarhum tak akan pernah hilang dari catatan Partai Golkar.” Pada Pemilu Presiden 2004, Partai Golkar 'meminang' Gus Solah sebagai calon wakil presiden untuk disandingkan dengan calon presiden Wiranto.

    Bambang menceritakan para inisiator hak angket kasus Bank Century DPR RI ketika itu sering berdiskusi dengan Gus Solah hingga kasus ini masuk ke pengadilan.

    ADVERTISEMENT

    Selain itu, menurut dia, selama hidupnya, Gus Solah sering menerima dan menampung keluh kesah dari beragam kalangan. "Itu sebabnya, banyak komunitas menjadikan almarhum Gus Solah sebagai sosok pejuang martabat kemanusiaan."

    Bambang mengatakan Gus Solah menyuarakan berbagai persoalan melalui sejumlah tulisan yang dipublikasikan serta tidak segan menyampaikan kritik yang konstruktif. "Saya ikut merasakan kesedihan keluarga almarhum Gus Solah dan keluarga besar nahdliyin.” Dalam suasana duka ini, ia dan anggota MPR melantunkan doa agar keluarga dan komunitas nahdiyin tabah serta merelakan kepergian almarhum Gus Solah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Medali Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, Ada Greysia / Apriyani

    Indonesia berhasil menyabet 5 medali di Olimpiade Tokyo 2020. Greysia / Apriyani merebut medali emas pertama, sekaligus terakhir, untuk Merah Putih.