Gus Solah Masih Kritis, Dirawat di RS Jantung Harapan Kita

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siraj mengunjungi pimpinan Pondok Pesantren Tebuireng Salahuddin Wahid alias Gus Solah di kediamannya, Jombang, Jawa Timur, Sabtu, 29 Desember 2018. Foto: Istimewa.

    Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siraj mengunjungi pimpinan Pondok Pesantren Tebuireng Salahuddin Wahid alias Gus Solah di kediamannya, Jombang, Jawa Timur, Sabtu, 29 Desember 2018. Foto: Istimewa.

    TEMPO.CO, Jakarta - Salahuddin Wahid alias Gus Solah masih belum melewati masa kritisnya. Adik mendiang Abdurrahman Wahid atau Gus Dur itu kini tengah dirawat di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta.

    "Masih (kritis). Doakan ya, dirawat di RS Harapan Kita," ujar anak Gus Solah, Irfan Asy'ari Sudirman Wahid alias Ipang Wahid lewat pesan singkat, Ahad malam, 2 Februari 2020.

    Beberapa hari sebelum kritis, Gus Solah kabarnya sempat menjalani tindakan medis ablasi. Operasi itu dilakukan karena ada masalah pada selaput jantungnya. Setelah operasi berhasil dilakukan, Gus Solah pun diperbolehkan pulang. Namun beberapa hari di rumah, tubuh Gus Solah kembali lemas sehingga keluarga membawanya kembali ke rumah sakit.

    Ipang meminta doa kepada seluruh masyarakat untuk kesembuhan ayahandanya. Para santri dari Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pun menggelar doa bersama untuk kesembuhan pengasuh pesantren mereka itu.

    "Para santri selalu mendoakan Gus Solah (KH Sholahudin Wahid). Selesai shalat fardhu bersama-sama mengirimkan Al Fatihah (Surat Al Fatihah) untuk kesembuhan Gus Sholah," kata Mundir Pembinaan Pesantren Ponpes Tebuireng, Jombang, Lukman Hakim di Jombang, seperti dikutip dari Antara, Ahad, 2 Februari 2020.

    DEWI NURITA | ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.