Bupati Natuna Liburkan Sekolah Selama Observasi WNI Berlangsung

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Natuna melakukan aksi unjuk rasa di depan gerbang pangkalan TNI Angkatan Udara Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Sabtu, 1 Februari 2020. Dalam aksinya tersebut mereka menolak kedatangan Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China yang akan di observasi selama kurang lebih dua minggu di Natuna untuk memastikan mereka sehat dan bebas dari virus corona. ANTARA

    Warga Natuna melakukan aksi unjuk rasa di depan gerbang pangkalan TNI Angkatan Udara Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Sabtu, 1 Februari 2020. Dalam aksinya tersebut mereka menolak kedatangan Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China yang akan di observasi selama kurang lebih dua minggu di Natuna untuk memastikan mereka sehat dan bebas dari virus corona. ANTARA

    TEMPO.CO, Batam - Bupati Natuna mengeluarkan surat edaran meliburkan seluruh murid sekolah, selama observasi virus corona terhadap WNI dari Wuhan, Cina di Hanggar Lanud Raden Sadjad, Natuna, Kepulauan Riau berjalan. Keputusan tersebut diambil setelah aksi massa penolakan kedatangan WNI semakin memanas. 
     
    Surat edaran yang dikeluarkan hari ini, Ahad, 2 Februari 2020 mengatakan sehubungan dengan kebijakan pemerintah RI yang menjadikan Kabupaten Natuna sebagai tempat karantina WNI yang berasal dari Cina, ada lima poin yang disampaikan oleh bupati.
     
    Pertama, Bupati meminta kepala sekolah untuk meliburkan proses belajar mengajar di sekolah mulai dari 3 Februari hingga 17 Februari 2020. Kedua, di saat libur sekolah diharapkan siswa belajar dirumah. 
     
    Poin ketiga, semasa libur warga diimbau tidak melakukan aktivitas di luar rumah dan menghindari tempat keramaian. Keempat, warga diminta berperilaku sehat seperti mencuci tangan. Terakhir, bupati meminta masyarakat memeriksa kesehatan ke puskesmas terdekat jika ada gejala sesak nafas. 
     
    Surat edaran tersebut ditandatangani Sekretaris Daerah Natuna, Wan Siswandi. Saat dihubugi Tempo, ia mengaku sedang melaksanakan rapar. "Sebentar lagi rapat," kata dia. 
     
    Ketua DPRD Natuna Andes Putra mengaku sudah menerima surat tersebut. Ia mengatakan surat edaran diberikan karena tuntutan massa aksi. "Betul itu, karena permintaan massa aksi," kata dia. 
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cesium 137 dan Bahaya Radiasi Pada Tubuh Manusia

    Cesium 137 adalah bahan radioaktif yang digunakan berbagai industri dan pengobatan. Bila salah dikelola, bahan itu akan menimbulkan sejumlah penyakit.