Jadi Ormas, Bravo Lima Fokus Isu Toleransi dan Kerukunan Umat

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Bravo 5 resmi dideklarasikan sebagai ormas Pejuang Bravo Lima di Hotel Discovery Ancol, Sabtu, 1 Februari 2020. TEMPO/Halida Bunga

    Tim Bravo 5 resmi dideklarasikan sebagai ormas Pejuang Bravo Lima di Hotel Discovery Ancol, Sabtu, 1 Februari 2020. TEMPO/Halida Bunga

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Organisasi Masyarakat Pejuang Bravo Lima (PBL) Fachrul Razi mengatakan ormasnya akan fokus pada isu kerukunan dan toleransi. Hal ini disampaikannya dalam acara Deklarasi Organisasi Masyarakat Pejuang Bravo Lima di Ballroom Discovery Ancol Hotel, Taman Impian Jaya Ancol pada Sabtu, 1 Februari 2020.

    Fachrul mengatakan ormas PBL dikukuhkan guna mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo. Khususnya, fokus pada upaya pembangunan toleransi, kerukunan dan kedamaian untuk Indonesia maju.

    "Teman-teman Bravo Lima yang ada di seluruh pelosok negeri, saya berharap bersama mendukung kebijakan dalam membangun toleransi dan kerukunan," kata dua dalam sambutan. Acara itu dihadiri lebih dari 500 relawan, jajaran Dewan Pimpinan Pusat dan sejumlah jenderal TNI purnawirawan.

    Fachrul menilai ancaman atau gangguan terhadap pemerintahan saat ini relatif beragam. Namun menurut dia, isu toleransi dan kerukunan antarumat beragama pantas menjadi fokus ormasnya.

    "Karena isu ini jd isu dunia. Isu ini jadi isu yang akan diangkat ke tingkat internasional. Saya juga terima tawaran menyelenggarakan konferensi toleransi dunia," kata Fachrul.

    Ia pun bercerita, terlepas dari jabatannya sebagai Menteri Agama, Fachrul menyebut telah banyak berkeliling ke negara-negara Islam di Timur Tengah. "Dan ternyata masalah toleransi dan kerukunan ini mebuat mereka kokoh dan kuat," ujarnya.

    Fachrul menyebut, di masa depan, Indonesia berpotensi menjadi salah satu dari 5 negara unggul di dunia. Potensi itu, menurut dia, mesti dibarengi dengan upaya yang lebih baik di isu toleransi dan kerukunan.

    "Toleransi dan kerukunan, sudah baiknya dunia dan banyak orang mencontoh kita maka kita harus buat lebih baik daripada mereka. Kalai (kita) masih sama berarti tak pantas mencontoh kita. Karena kerukunan kita sudah sangat baik, toleransi sudah sangat baik. Kewajiban kita bersama untuk meningkatkan dan menjaganya," kata Fachrul Razi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.