Observasi WNI yang Dievakuasi dari Cina Berlangsung 14 Hari

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Letnan Jenderal Doni Monardo seusai melayat ke rumah  Sutopo Purwo Nugroho di Perumahan Rafless Hill, Kota Depok, Ahad, 7 Juli 2019. TEMPO/Irsyan Hasyim

    Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Letnan Jenderal Doni Monardo seusai melayat ke rumah Sutopo Purwo Nugroho di Perumahan Rafless Hill, Kota Depok, Ahad, 7 Juli 2019. TEMPO/Irsyan Hasyim

    TEMPO.CO, Jakarta - Warga Negara Indonesia (WNI) yang dipulangkan dari Provinsi Hubei, Cina, dipastikan akan menjalani karantina di Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Karantina atau observasi akan berlangsung Lanud RSA Natuna.

    "Observasi akan belangsung 14 hari," ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letjen TNI Doni Monardo di Natuna, Sabtu, 1 Februari 2020.

    Doni mengatakan, WNI yang kini berada di Hubei akan dikirim menggunakan 2 pesawat menuju Kabupaten Natuna. Pesawat akan transit di Bandara Hang Nadim, Batam.

    Dia menegaskan, seluruh WNI dipastikan tidak berstatus suspek virus Corona. Namun untuk memenuhi standarisasi The World Health Organization (WHO), mereka diwajibkan menjalani masa observasi selama 14 hari. Ini untuk memastikan para WNI tidak terjangkit virus Corona.

    "Semua WNI dalam keadaaan sehat, mereka itu saudara kita yang perlu kita selamatkan" ujar Doni.

    Kepala Dinas Operasi (Kadisops) Mayor Wardoyo mengatakan, kedatangan WNI tersebut belum bisa dipastikan. Pihaknya masih menunggu informasi dari pusat.

    "Yang jelas kami sudah siapkan pesawat. Waktunya mereka (WNI) datang belum ada kepastian," katanya.

    YOGI EKA SAHPUTRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.