WP KPK: Jangan Ada Lagi Pegawai Ditarik Tiba-tiba

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua WP KPK Yudi Purnomo Harahap (kanan) mendampingi Jaksa Penyidik,Yadin Palebangan, memberikan salam perpisahan kepada awak media terkait masa tugasnya berakhir di KPK di Gedung KPK, Jakarta, Jumat, 31 Januari 2020. Kejaksaan Agung menarik dua Jaksa penyidik dari Komisi Pemberantasan Korupsi, Yadin Palebangan dan Sugeng, untuk kepentingan peningkatan kapasitas dan memperkuat organisasi kejaksaan. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua WP KPK Yudi Purnomo Harahap (kanan) mendampingi Jaksa Penyidik,Yadin Palebangan, memberikan salam perpisahan kepada awak media terkait masa tugasnya berakhir di KPK di Gedung KPK, Jakarta, Jumat, 31 Januari 2020. Kejaksaan Agung menarik dua Jaksa penyidik dari Komisi Pemberantasan Korupsi, Yadin Palebangan dan Sugeng, untuk kepentingan peningkatan kapasitas dan memperkuat organisasi kejaksaan. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi meminta agar tidak ada lagi pegawai yang ditarik ke instansinya secara tiba-tiba. Hal ini disampaikan untuk menanggapi penarikan dua jaksa yang ditugaskan di KPK, yakni Yadyn Palebangan dan Sugeng.

    "Ke depan, kami meminta jangan ada lagi penarikan pegawai yang tiba-tiba," kata Ketua WP KPK Yudi Purnomo dalam keterangan tertulis, Jumat, 31 Januari 2020.

    Menurut Yudi, pegawai dari instansi manapun yang bekerja di KPK harusnya hanya bisa ditarik atas permintaannya sendiri atau masa tugasnya sudah habis. Hal ini penting, kata dia, untuk menjaga independensi si pegawai dalam menjalankan tugas di KPK.

    Yadyn adalah jaksa penuntut umum yang sudah bekerja di KPK sejak 2014. Seharusnya, masa tugasnya baru habis pada 2022 dan bisa diperpanjang hingga 2024. Namun, Jaksa Agung tiba-tiba menariknya kembali ke Kejaksaan belum lama ini.

    Penarikan ini dinilai janggal karena Yadyn diduga masuk anggota tim yang melakukan operasi tangkap tangan terhadap Komisioner KPU Wahyu Setiawan. Kasus ini turut menyeret sejumlah kader PDIP.

    Sementara Sugeng adalah jaksa yang bekerja di bagian Pengawasan Internal KPK. Ia merupakan Ketua Tim yang memeriksa Ketua KPK Firli Bahuri atas dugaan melanggar etik. Pemeriksaan dilakukan saat Firli menjabat sebagai Deputi Penindakan KPK.

    Yudi berkata telah meminta agar Jaksa Agung menunda penarikan dua rekannya. Ia meminta agar dua rekannya bisa menyelesaikan tugas di KPK. Namun, belum ada jawaban dari Jaksa Agung.

    Karena itu, Jumat kemarin merupakan hari terakhir Yadyn dan Sugeng bekerja di KPK. Meskipun pekerjannya belum selesai dan masih ada tugas yang harus dirampungkan.

    KPK pun mengadakan acara untuk melepas keduanya. "Apa yang dialami oleh Keduanya merupakan inspirasi bagi kami untuk konsisten dalam menjalankan tugas apapun risikonya termasuk yang berujung dengan penarikan ke instansi asal," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.