WNI dari Cina Akan Dikarantina di Batam Jika Turun di Hang Nadim

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah wisatawan asing asal China antre di konter lapor diri (check-in) Terminal Keberangkatan Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Selasa 28 Januari 2020. Agen biro perjalanan China memulangkan ratusan wisatawannya yang sedang berkunjung di Batam menyusul merebaknya wabah virus Corona, selain itu pihak Bandara Hang Nadim juga menghentikan sementara penerbangan dari China ke Batam sampai batas waktu yang belum ditentukan. ANTARA FOTO/M N Kanwa

    Sejumlah wisatawan asing asal China antre di konter lapor diri (check-in) Terminal Keberangkatan Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Selasa 28 Januari 2020. Agen biro perjalanan China memulangkan ratusan wisatawannya yang sedang berkunjung di Batam menyusul merebaknya wabah virus Corona, selain itu pihak Bandara Hang Nadim juga menghentikan sementara penerbangan dari China ke Batam sampai batas waktu yang belum ditentukan. ANTARA FOTO/M N Kanwa

    TEMPO.CO, Batam - Informasi kepulangan WNI yang berasal dari Cina akibat merebaknya virus Corona ke Kota Batam masih simpang siur. Pemerintah daerah setempat mengaku belum mendapatkan kepastian akan transitnya ratusan WNI tersebut di Bandara Hang Nadim, Batam. 

    Namun, surat penerbangan kepulangan WNI tersebut sudah dipastikan Presiden Direktur Lion Air Group Edward Sirait. Ia mengatakan, sebanyak 243 WNI itu akan memakai pesawat Batik Air A330. 

    "Benar, untuk operasinya seperti apa, kami masih menunggu," kata Edward saat dikonfirmasi Tempo, Jumat, 31 Januari 2020. Berdasarkan surat yang sama, para WNI dijemput pagi ini dan akan tiba di Indonesia malam harinya.

    Sedangkan Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 1 Batam, Ahmad Farhani mengatakan belum mendapatkan arahan dari kementerian terkait kedatangan WNI dari Cina tersebut. Namun pihaknya sudah siap jika WNI tersebut dikarantina di Kota Batam. "Yang jelas kita belum dapat arahan," ujarnya kepada awak media usai rapat tertutup di Batam, Jumat. 

    Terkait karantina, kata Farhani, sudah ada aturan yang jelas bahwa WNI tersebut akan dikarantina sesuai tempat dimana ia akan mendarat. "Jika landing di Batam ya karantina di Batam, begitu juga Semarang ya di Semarang," ujarnya. 

    Menurut Farhani, karantina biasanya berlangsung selama 28 hari atau 14 hari. "Setelah itu baru diambil langkah selanjutnya, salah satunya dipulangkan ke daerah masing-masing," kata dia.

    Jika memang keputusannya para WNI itu akan dikarantina di Batam, Farhani menyebut Asrama Haji adalah salah satu tempat yang layak. "Itu juga sesuai rekomendasi Wali Kota Batam," ujarnya. 

    Di tempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi menegaskan Pemko Batam belum mendapat informasi apakah para WNI akan dikarantina di Batam atau tidak. Pihaknya masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.