Ma'ruf Amin Senang NU Tetap Eksis dan Tak Stunting

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Ma'ruf Amin. ANTARA/Ari Bowo Sucipto

    Wakil Presiden Ma'ruf Amin. ANTARA/Ari Bowo Sucipto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menghadiri peringatan Harlah Nahdlatul Ulama ke-94 pada Jumat malam, 31 Januari 2020. Dalam sambutannya, ia mengajak warga Nahdliyyin untuk bersyukur lantaran NU masih eksis, tumbuh besar dan tidak pecah.

    Menurut Ma'ruf, di dunia ini banyak organisasi yang berumur pendek. "Cuma sebentar langsung wabillahi taufik wal hidayah," kata dia di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta.

    Selain itu, ada organisasi yang umurnya panjang namun tidak memiliki anggota yang besar atau tidak berkembang. "Banyak organisasi yang terkena stunting, kerdil terus," kata Ma'ruf.

    Menurut Ma'ruf, NU sejak didirikan membawa amanah mengembangkan paham ahlussunah wal jamaah. Tugas ini semakin hari semakin berat karena banyak paham-paham lain yang berkembang. "Oleh karena itu mengawal ahlusunnah wal jamaah pada masa sekarang menjadi semakin penting," ujar dia.

    NU, kata Ma'ruf, juga harus terus menjaga dan mengembangkan cara berpikir dalam agama yang moderat, dinamis dan memiliki kaidah (manhaj). Cara berpikir seperti ini cirinya adalah tidak konservatif namun tak pula liberal.

    "Ini cara berpikir yang rasional, dinamis, tapi ada framenya. Ini yang harus kita kembangkan dan kita jaga. Apalagi dengan banyak cara berpikir radikalis, cara penafsiran yang banyak menyimpang," kata Ma'ruf Amin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cesium 137 dan Bahaya Radiasi Pada Tubuh Manusia

    Cesium 137 adalah bahan radioaktif yang digunakan berbagai industri dan pengobatan. Bila salah dikelola, bahan itu akan menimbulkan sejumlah penyakit.