Awal 2020, Kemendagri Sediakan 16 Juta Blanko KTP Elektronik

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pewajib KTP mengikuti prosesi merekam retina mata dalam pembuatan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) di Kecamatan Karawang Timur, Karawang, Jawa Barat, Senin (2/4). ANTARA/M.Ali Khumaini

    Seorang pewajib KTP mengikuti prosesi merekam retina mata dalam pembuatan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) di Kecamatan Karawang Timur, Karawang, Jawa Barat, Senin (2/4). ANTARA/M.Ali Khumaini

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil telah menyediakan sebanyak 16 juta blanko KTP elektronik di awal tahun 2020.

    "Blangko saat ini sudah tersedia 16 juta keping, sudah terdistribusi ke daerah sekitar 3,3 juta keping," kata Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh lewat keterangan tertulis, Jumat, 31 Januari 2020.

    Dari 3,3 juta keping yang telah didistribusikan ke daerah, kata Zudan, tercatat telah terpakai untuk mencetak KTP-el sebanyak 1,9 juta. Sementara sisanya bersifat tersedia dan siap digunakan.

    "Saat ini di daerah sedang berproses mencetak KTP-el. Dari 3,3 juta keping ini yang sudah terpakai untuk mencetak KTP-el, yaitu 1,9 juta, masih ada 1,4 juta keping stok di daerah," ujar dia.

    Sementara untuk DKI Jakarta, sebanyak 520 ribu keping telah terpenuhi dan ditargetkan selesai pencetakan pada pekan ini. Masyarakat diimbau untuk aktif menghubungi kelurahannya masing-masing untuk mendapatkan KTP-el.

    "Khusus untuk wilayah DKI Jakarta, kebutuhan sekitar 520 ribu keping sudah terpenuhi dan ditargetkan minggu ini sudah seluruhnya tercetak. Masyarakat DKI yang belum memiliki KTP-el untuk segera menghubungi kelurahan masing-masing," ujar Zudan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.