Wabah Virus Corona, Awak Kapal dan Penumpang Pelabuhan Diperiksa

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) mengoperasikan alat deteksi suhu tubuh atau thermo scanner di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah, Rabu, 22 Januari 2020. Salah satu upaya pencegahan penyebaran virus Corona yang dilakukan KKP yaitu, mulai dari memperketat pengawasan di 135 pintu masuk negara di seluruh Indonesia, dan mengeluarkan travel advice. ANTARA

    Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) mengoperasikan alat deteksi suhu tubuh atau thermo scanner di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah, Rabu, 22 Januari 2020. Salah satu upaya pencegahan penyebaran virus Corona yang dilakukan KKP yaitu, mulai dari memperketat pengawasan di 135 pintu masuk negara di seluruh Indonesia, dan mengeluarkan travel advice. ANTARA

    TEMPO.CO, Medan - PT Pelindo 1 meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi terhadap penyebaran virus Corona melalui sejumlah pelabuhan internasionalnya. Pelabuhan yang berada di Tanjungpinang, Tanjungbalai Karimun, Dumai dan Tanjungbalai Asahan itu menjadi pintu masuk sejumlah warga asin dari Singapura dan Malaysia.

    Vice President Humas Pelindo 1, Fiona Sari Utami mengatakan seluruh cabang pelabuhan di lingkungan Pelindo 1 telah berkoordinasi secara intensif dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan Dinas Kesehatan setempat untuk melakukan pemeriksaan bersama kepada penumpang embarkasi dan debarkasi di masing-masing cabang pelabuhan.

    "Melakukan pengawasan crew dan awak kapal asing yang sandar di cabang pelabuhan. Juga memperketat pengawasan dan kontrol terhadap seluruh kegiatan operasional khususnya di pelabuhan internasional," kata Fiona lewat pesan singkatnya kepada Tempo, Kamis, 30 Januari 2020.

    Menurut Fiona, pihaknya sudah memasang thermal scanner, seperti di Terminal Penumpang Tanjungpinang, Tanjungbalaikarimun dan Dumai. Pemantauan dan pemeriksaan penumpang, kata dia, dimulai dari dermaga hingga ke pintu masuk dan keluar

    Pengawasan yang sama juga dilakukan milik Pelindo I yang melayani cargo impor, yaitu Pelabuhan Belawan, Terminal Peti Kemas (TPK) Belawan, Perawang, Seikolakkijang, Dumai, dan Lhokseumawe. Pelabuhan cargo itu biasanya melayani kedatangan barang dari negara Singapura, Malaysia, Vietnam, Myanmar, India, Cina, dan negara lainnya.

    “Pemeriksaan intensif sebelum kegiatan bongkar muat dilaksanakan. Pemeriksaan ini tidak saja dilakukan saat isu virus Corona mewabah, namun ini rutin dilakukan sesuai prosedur yang berlaku di pelabuhan," kata Fiona.

    Saat kapal sandar di dermaga dan sebelum melakukan kegiatan bongkar muat, kata Fiona, petugas KKP atau Kantor Kesehatan Pelabuhan akan melakukan pengecekan kesehatan di kapal. "Para petugas lapangan baik di terminal penumpang maupun di dermaga dihimbau lebih waspada serta selalu menggunakan masker dan sarung tangan," ujarnya.

    Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi sebelumnya memastikan bahwa sejauh ini provinsinya aman dari serangan virus corona. Meski begitu, untuk mengantisipasi penyebarannya, Edy menginstruksikan membentuk tim khusus (timsus) dan berkoordinasi dengan para pihak untuk kesiapsiagaan menghadapi penyakit yang menyerang pernafasan itu.

    Edy meminta pintu-pintu masuk ke Sumut seperti bandara diperketat pengawasannya. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak khawatir dan tidak mudah mempercayai kabar yang tidak jelas kebenarannya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sumut Alwi Mujahit Hasibuan mengatakan pendataan mobilitas masyarakat Sumut atau pendatang dari Cina juga dimonitor. Begitu pula dengan sosialisasi ke seluruh kabupaten dan kota agar lebih waspada, khususnya yang banyak memiliki TKI atau TKA. Tim juga akan membentuk pos-pos untuk memudahkan penanganan terkait kasus virus corona.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.