TNI Kirim 44 personel Bantu Atasi Kebakaran Hutan Australia

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kanguru terlihat di hutan semak yang dikelilingi kabut asap dalam kebakaran hutan di Canberra, Australia, 5 Januari 2020. AAP Image/Lukas Coch via REUTERS

    Kanguru terlihat di hutan semak yang dikelilingi kabut asap dalam kebakaran hutan di Canberra, Australia, 5 Januari 2020. AAP Image/Lukas Coch via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Tentara Nasional Indoesia atau TNI akan mengirimkan 44 personil untuk membantu mengatasi kebakaran hutan Australia. Dewan Perwakilan Rakyat telah menyetujui rencana pemerintah ini, dan prajurit akan diterbangkan ke Australia pada 1 Februari 2020.

    “Indonesia dengan Satgas Garuda tanggal 1  Februari dan tiba tanggal 3 di Richmond melalui darat. Karena jaraknya masih 490 kilometer,” kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi I DPR RI, Jakarta, Kamis 30 Januari 2020.

    44 orang ini terdiri dari 36 personel dari Satgas Garuda. Satgas Garuda terdiri dari 26 personel TNI AD, 6 TNI AL, 4 TNI AU. Tim LO 6 personil (3 personil TNI, 2 personil Badan Nasional Penanggulangan Bencana, 1 personil KJRI Sydney), dan Tim Kesehatan 2 personil dari TNI AD.
    Untuk operasi kemanusiaan ini Mabes TNI mengucurkan dana Rp 1.729.180.975. Ditambah dengan dukungan BNPB Rp 8.655.599.460.

    Hadi mengatakan akan membekali prajurit dengan peralatan seperti gergaji mesin, serta pengadaan alat berat seperti bulldozer dan beco yang akan dibeli di Australia.
    Seluruh fraksi di Komisi I menyatakan setuju dan mendukung penuh rencana pemerintah ini. “Komisi I DPR RI menyampaikan pendapat dan menyetujui permintaan pemerintah mengirimkan satu SST Zeni TNI pada misi bantuan kemanusiaan ke Negara Australia,” demikian tertulis dalam kesimpulan rapat dengar pendapat tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.