Bupati Mojokerto Diperiksa Soal Kasus Pencucian Uang Eks Bupati

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa keluar dari gedung KPK dengan mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan, Jakarta, 30 April 2018. Mustofa resmi ditahan sebagai tersangka terkait tindak pidana korupsi menerima gratifikasi dan suap sebesar Rp 2,7 miliar dalam perizinan pembangunan menara telekomunikasi (Base Transceiver Station) di Kabupaten Mojokerto tahun 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa keluar dari gedung KPK dengan mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan, Jakarta, 30 April 2018. Mustofa resmi ditahan sebagai tersangka terkait tindak pidana korupsi menerima gratifikasi dan suap sebesar Rp 2,7 miliar dalam perizinan pembangunan menara telekomunikasi (Base Transceiver Station) di Kabupaten Mojokerto tahun 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Mojokerto - Bupati Mojokerto Pungkasiadi memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan tindak pidana pencucian uang yang melibatkan mantan Bupati Mustofa Kamal Pasa.

    Pemeriksaan terhadap Pungkasiadi dilakukan di Mapolres Mojokerto Kota. "Pemeriksaan sama dengan yang pertama, ini menegaskan saja. Terkait TPPU Pak MKP," kata Pungkasiadi usai pemeriksaan, Rabu, 29 Januari 2020.

    Pungkasiadi mengatakan penyidik KPK memberikan 20 pertanyaan terhadapnya berkaitan dengan pidana pencucian uang saat Mustofa menjabat sebagai bupati pada periode pertama tahun 2010-2015. "Itu kan pada periode pertama Pak MKP. Banyak yang saya tidak tahu," ujarnya.

    Mustofa Kamal Pasa pertama kali terpilih menjadi Bupati Mojokerto pada 2010. Ia kembali terpilih menjadi Bupati Mojokerto berpasangan dengan Pungkasiadi sebagai wakil bupati Mojokerto pada 2015.

    Pada periode keduanya, karena terjerat kasus pidana, Mustofa diberhentikan sebagai bupati dan digantikan oleh Pungkasiadi.

    Pada 21 Januari 2019, Mustofa telah divonis 8 tahun penjara dalam perkara suap perizinan menara telekomunikasi di Mojokerto. Eks Bupati Mojokerto itu juga menjadi tersangka dalam kasus suap proyek jalan dan Tindak Pidana Pencucian Uang. Ia diduga menerima gratifikasi senilai Rp 34 miliar dan melakukan pencucian uang diantaranya dengan membelanjakan 30 unit mobil, du aunit motor dan lima unit jetski.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPK Berencana Menghapus Hasil Penyadapan 36 Perkara

    Terdapat mekanisme yang tak tegas mengenai penghapusan hasil penyadapan 36 penyelidikan yang dihentikan KPK.