Surya Paloh Mengakui Target 100 Hari Omnibus Law Bisa Meleset

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo merangkul Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh saat menghadiri penutupan Kongres Kedua Partai Nasdem dan HUT ke-8 Partai Nasdem di Jakarta International Teathre, Jakarta, Senin, 11 November 2019. Twitter.com

    Presiden Joko Widodo merangkul Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh saat menghadiri penutupan Kongres Kedua Partai Nasdem dan HUT ke-8 Partai Nasdem di Jakarta International Teathre, Jakarta, Senin, 11 November 2019. Twitter.com

    TEMPO.CO, Jakarta -Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengatakan tenggat penyelesaian omnibus law selama 100 hari merupakan target yang cukup optimistis. Dia mengakui target yang dibuat oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini bisa jadi meleset.

    "Kalau bisa direalisasikan itu saja dikerjakan sebaik-baiknya. Tapi kalau tidak bisa, ya, kita juga bisa memahami," kata Surya di kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai NasDem, Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu, 29 Januari 2020.

    Presiden Jokowi dalam sejumlah kesempatan menargetkan agar dua rancangan omnibus law yang diajukan pemerintah bisa selesai dalam 100 hari kerja. Yakni RUU Cipta Lapangan Kerja dan RUU Ketentuan dan Fasilitas Perpajakan untuk Penguatan Perekonomian.

    Menurut Surya Paloh target penyelesaian omnibus law memang perlu ada. Dia berpandangan menetapkan target bukan hal yang salah agar pembahasan beleid itu tak memakan waktu lama. "Bikin omnibus law ini, sepuluh tahun lagi selesai bukan omnibus law namanya, ngapain," ujar dia.

    Surya mengklaim NasDem menginginkan kualitas yang baik dari rancangan undang-undang sapu jagat itu. Meski target sudah ditetapkan, dia mengatakan tentu harus ada penyempurnaan di sana-sini dalam pembahasan aturan tersebut nantinya. "Bisa jadi timeframe itu meleset, dan itu bisa dipahami," kata Surya.

    Omnibus law turut menjadi pembahasan dalam pertemuan NasDem dan Partai Keadilan Sejahtera di kantor DPP NasDem hari ini. Presiden PKS Sohibul Iman mengatakan, partainya meminta agar omnibus law dibahas serius dan tak serampangan.
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.