Surya Paloh Buka Alasan NasDem Banting Setir Pro Panja Jiwasraya

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh memberikan sambutan saat pembukaan Kongres II Partai NasDem di JIExpo, Jakarta, Jumat 8 November 2019. Kongres II Partai NasDem yang digelar 8-11 November itu mengusung tema Restorasi Untuk Indonesia Maju. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh memberikan sambutan saat pembukaan Kongres II Partai NasDem di JIExpo, Jakarta, Jumat 8 November 2019. Kongres II Partai NasDem yang digelar 8-11 November itu mengusung tema Restorasi Untuk Indonesia Maju. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengatakan partainya bisa kembali mendorong terbentuknya panitia khusus atau pansus Jiwasraya jika panitia kerja (panja) yang dibentuk tiga komisi Dewan Perwakilan Rakyat belum maksimal.

    Surya mengatakan, NasDem berharap skandal Jiwasraya itu dituntaskan total. "NasDem berharap menuntaskan secara total. Kalau enggak, anggak ada salahnya kami usulkan kepada pansus," kata Surya di kantor DPP NasDem, Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu, 29 Januari 2020.

    Surya mengatakan NasDem awalnya menginginkan DPR membentuk pansus untuk mengusut kasus Jiwasraya. Dia mengatakan, masyarakat memerlukan transparansi atas perkara yang merugikan negara tersebut.

    "Katakanlah melalui pansus itu dianggap jauh lebih memungkinkan, lebih bagus, lebih optimis, kenapa tidak? Masyarakat membutuhkan transparansi, makanya kami mendukung itu," ujar dia.

    Belakangan, Surya mengatakan ia menyadari NasDem bukan satu-satunya partai politik di DPR. Mereka juga bukan satu-satunya partai koalisi pemerintahan Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin.

    Partai-partai koalisi Jokowi-Ma'ruf yang lain, termasuk Gerindra sudah memutuskan untuk tak membentuk pansus terkait Jiwasraya. Menurut Surya, mereka berhasil meyakinkan NasDem dengan argumentasi yang masuk akal sehingga partainya pun menerima.

    "Teman-teman berhasil meyakinkan NasDem, cukup panjang. Karena memang ada tindakan-tindakan action yang telah dilakukan pemerintah," ujar Surya.

    Dia mencontohkan, pemerintah di antaranya telah mengusut kasus ini melalui Kejaksaan Agung. Korps Adhyaksa sudah menetapkan lima orang sebagai tersangka serta menahan mereka.

    "Kami akan tunggu sejauh mana proses tindakan hukum ini akan berlangsung, apakah akan berhenti pada tingkat satu dua tiga empat lima yang sudah diambil tindakan ini apa, atau ada follow up lebih lanjut," kata Surya Paloh.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.