Cek Harun Masiku, Andi Arief dan Rachland akan Datangi PTIK

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Laki-laki yang diduga Harun Masiku melintas di selasar Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, 7 Januari 2020 pukul 17.15 WIB. Foto: Istimewa

    Laki-laki yang diduga Harun Masiku melintas di selasar Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, 7 Januari 2020 pukul 17.15 WIB. Foto: Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua politikus Partai Demokrat, Andi Arief dan Rachland Nashidik, berencana mendatangi Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian untuk mencari tahu keberadaan calon legislatif PDIP Harun Masiku.

    "Kami akan menunggu satu minggu terhitung dari hari ini untuk mendapatkan jawaban terang dari aparat hukum," kata Andi Arief melalui keterangan tertulis, Rabu, 29 Januari 2020.

    Andi mengatakan bila lewat sepekan pihak PTIK tidak memberikan jawaban. Ia dan Rachland akan mendatangi PTIK untuk mendapatkan klarifikasi keberadaan Harun.

    "Sebagai individu warga negara Republik ini, mewakili hak rakyat untuk tahu, hak kita semua, akan mendatangi PTIK untuk mendapat klarifikasi," kata dia.

    Mengutip pemberitaan Majalah Tempo, Andi mengatakan pada saat OTT KPK Harun diduga dibawa seseorang ke kompleks PTIK. Dari tempat itu, kata dia, Harun seolah menghilang hingga hari ini. Anehnya, menurut Andi, aparat hukum seolah tak menaruh perhatian pada laporan Tempo tersebut.

    "Ada apa sebenarnya di PTIK? Kenapa, bila benar laporan Tempo tersebut, Masiku dibawa ke PTIK? Untuk mencegah dan melindunginya dari pencarian KPK? Tapi kenapa di PTIK, yang notabene lembaga pendidikan kepolisian yang terhormat?" kata Andi.

    Harun diduga berada di kampus polisi itu pada saat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar rangkaian operasi tangkap tangan pada 8 Januari 2020. Saat itu, KPK sudah mencokok mantan komisioner KPU Wahyu Setiawan yang diduga menerima suap untuk meloloskan Harun menjadi anggota DPR lewat jalur pergantian antarwaktu (PAW).

    Saat itu, beberapa penyidik KPK yang diduga mengikuti Harun bahkan sempat diinterogasi oleh beberapa petugas di PTIK. Pimpinan KPK dan polisi kompak menyebut insiden ini sebagai salah paham.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.