Ini Kata Ridwan Kamil Soal Sunda Empire

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jabar Ridwan Kamil menghadiri Sidang Terbuka Majelis Wali Amanat (MWA) ITB dengan  agenda pelantikan rektor ITB Periode 2020-2025 di Aula Barat Kampus ITB,  Bandung, Senin , 20 Januari  2020. (Foto: Rizal/Humas Jabar)

    Gubernur Jabar Ridwan Kamil menghadiri Sidang Terbuka Majelis Wali Amanat (MWA) ITB dengan agenda pelantikan rektor ITB Periode 2020-2025 di Aula Barat Kampus ITB, Bandung, Senin , 20 Januari 2020. (Foto: Rizal/Humas Jabar)

    TEMPO.CO, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menanggapi ringan penangkapan tiga orang pentolan perkumpulan Sunda Empire.

    Menurut dia, tidak ada halangan di Republik ini untuk berserikat dan berkelompok. “Asal tidak mengajak masyarakat dengan organisasi yang narasinya kebohongan publik,” ujarnya di Bandung tadi malam, Selasa, 28 Januari 2020.

    Dia menerangkan bahwa narasi kebohongan itu akan meresahkan masyarakat, apalagi melakukan penipuan seperti menarik uang atau hal-hal kriminal lainnya.

    “Polisi pasti punya rumusan pasal-pasal mana yang dilanggar petinggi Sunda Empire itu."

    Ridwan Kamil menyatakan telah beberapa kali menyampaikan lewat akun media sosialnya untuk mengingatkan masyarakat agar tak terjebak pada organisasi yang menjual ilusi dan khayalan-khayalan tidak jelas.

    Kang Emil, begitu dia biasa disapa, mengkhawatirkan pengikut Sunda Empire sebab waktunya habis tapi tidak produktif.

    “Kepada masyarakat, mari kuatkan eksistensi diri dengan keahlian dan bergabung dengan organisasi yang jelas,” tutur Ridwan Kamil.

    Polda Jawa Barat menetapkan tersangka dan menangkap Perdana Menteri Sunda Empire Nasri Bank, Kaisar Ratna Ningrum, dan Rangga Sasana pada Selasa, 28 Januari 2020.

    Kepala Bidang Humas Polda Jabar Komisaris Besar Saptono Erlangga mengatakan mereka disangka melakukan penyebaran berita bohong sehinhga melanggar Pasal 14 dan atau 15 Undang-undang RI Nomor 1 Tahun 1926.

    "Ancaman maksimal 10 tahun penjara," kata Saptono.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.