KPK Benarkan Dua Penyidik dari Polri Akan Dipulangkan

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Laki-laki yang diduga Harun Masiku melintas di selasar Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, 7 Januari 2020 pukul 17.15 WIB. Foto: Istimewa

    Laki-laki yang diduga Harun Masiku melintas di selasar Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, 7 Januari 2020 pukul 17.15 WIB. Foto: Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi membenarkan bahwa ada dua penyidik yang akan dikembalikan ke kepolisian. Menurut KPK, pemulangan itu merupakan permintaan dari polisi karena ada kebutuhan instansi.

    "Memang ada dua, tapi satu sudah positif kembali," kata Pelaksana tugas Juru bicara KPK, Ali Fikri di kantornya, Jakarta, Selasa, 28 Januari 2020.

    Salah satu penyidik yang akan dipulangkan itu diketahui bernama Rosa. Namun, menurut Ali, pemulangan polisi berpangkat Komisaris itu urung dilakukan karena kepolisian tengah mengkaji ulang rencana ini.

    Adapun Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Komisaris Besar Asep Adi Saputra, mengatakan penarikan Rosa masih dalam pengkajian. "Masih dalam pengkajian, karena masa tugasnya belum habis," ujarnya.

    Sementara itu, Ali mengatakan satu penyidik polisi lainnya sudah resmi dipulangkan ke polisi. Pemulangan itu, kata dia, juga atas permintaan Mabes Polri. Namun, Ali mengaku lupa nama penyidik itu.

    Pemulangan dua penyidik ini mendapatkan perhatian karena mereka diduga adalah penyidik yang terlibat dalam operasi tangkap tangan kasus suap komisioner Komisi Pemilihan Umum Wahyu Setiawan. Kasus itu juga menyeret kader PDIP Harun Masiku dan Saeful Bahri menjadi tersangka pemberi suap.

    Pemulangan kedua penyidik dilakukan setelah kasus ini menuai polemik mulai dari dugaan drama penahanan pegawai KPK di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, hingga gagalnya KPK menyegel ruangan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto.

    Keberadaan Harun di awal kasus ini awalnya juga simpang siur. Direktorat Jenderal Imigrasi awalnya menyatakan Harun masih di luar negeri saat OTT dilakukan. Belakangan, Imigrasi meralat perkataan itu. Masalah ini berujung pada pencopotan Direktur Jenderal Ronny Sompie. Adapun Harun masih buron sampai sekarang.

    Ali belum mengkonfirmasi bahwa dua polisi ini merupakan anggota yang terlibat dalam operasi tangkap tangan Wahyu Setiawan. Ia mengatakan perlu mengecek terlebih dahulu. "Kami harus pastikan di Sprinlidik-nya (surat perintah penyelidikan) apakah itu bagian dari tim penyelidik ataukah ada mendapatkan surat tugas untuk melakukan itu," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cesium 137 dan Bahaya Radiasi Pada Tubuh Manusia

    Cesium 137 adalah bahan radioaktif yang digunakan berbagai industri dan pengobatan. Bila salah dikelola, bahan itu akan menimbulkan sejumlah penyakit.