Ketua KPK Sebut Sulit Mencari Harun Masiku, ICW Nilai Firli Lebay

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPK, Firli Bahuri, memberikan keterangan perdana sebagai ketua KPK kepada awak media di gedung KPK, Jakarta, Jumat, 27 Desember 2019. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua KPK, Firli Bahuri, memberikan keterangan perdana sebagai ketua KPK kepada awak media di gedung KPK, Jakarta, Jumat, 27 Desember 2019. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia Corruption Watch menganggap ucapan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Firli Bahuri soal memburu Harun Masiku berlebihan.

    Menurut ICW, pernyataan Firli bahwa memburu Harun bak mencari jarum di tumpukan jerami semakin menunjukkan KPK tidak mampu menangkap tersangka korupsi itu dalam waktu cepat.

    "Pernyataan ini terlalu berlebihan dan semakin menunjukkan ketidakmampuan KPK dalam menangkap yang bersangkutan dalam waktu cepat," kata peneliti ICW Kurnia Ramadhana lewat keterangan tertulis, Selasa, 28 Januari 2020.

    Kurnia menganggap KPK seharunya bisa lebih mudah menangkap Harun karena tersangka penyuap Komisioner KPU Wahyu Setiawan ini telah berada di Indonesia.

    Ia mengingatkan KPK yang pernah menangkap mantan Bendahara Partai Demokrat yang sempat kabur ke Kolombia. "Namun kenapa Harun yang jelas-jelas sudah di Indonesia saja tidak mampu segera diproses?" ujar dia.

    Menurut Kurnia, KPK selama ini terkenal cepat dalam mengungkap sebuah perkara, bahkan sampai ke aktor intelektualnya. Namun, di era Firli, kata dia, berbanding terbalik. "Proses penegakan hukum lambat dan ini akan berpotensi untuk menurunkan citra KPK di mata masyarakat," kata dia.

    Sebelumnya, Firli mengatakan tidak mudah mencari Harun Masiku. Ia mengatakan pencarian itu ibarat mencari jarum dalam jerami. "Nyari orang itu enggak gampang memang ya, itu sama dengan cari jarum dalam sekam, oke," kata Firli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 27 Januari 2020.

    Firli mengatakan lembaganya sudah mencari sejumlah tempat yang berpotensi menjadi tempat persembunyian Harun, di antaranya Sulawesi dan Sumatera Selatan. Harun diketahui memiliki rumah di Gowa, Sulawesi Selatan yang ditinggali istrinya. Adapun Sumatera Selatan, tepatnya Sumatera Selatan I, merupakan daerah pemilihan Harun saat maju di pemilihan legislatif 2019.

    "Kami sudah cari, semua wilayah yang ada indikasi ada tempat persembunyiannya, apakah di Sulawesi, apakah di Sumatera Selatan, sudah kami lakukan semua. tapi belum ada, belum ditangkap," kata mantan Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.