Kapolda Papua Sebut Kelompok Bersenjata Aniaya Warga Sipil

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw usai rapat dengar pendapat di Gedung Nusantara II DPR-MPR Senayan, Jakarta Selatan pada Rabu, 20 November 2019. TEMPO/Andita Rahma

    Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw usai rapat dengar pendapat di Gedung Nusantara II DPR-MPR Senayan, Jakarta Selatan pada Rabu, 20 November 2019. TEMPO/Andita Rahma

    TEMPO.CO, Jakarta - Kapolda Papua Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw menyatakan adanya korban dari warga sipil dalam peristiwa baku tembak antara kelompok dan aparat gabungan TNI dan Polri pada Minggu lalu, 26 Januari 2020, sekitar pukul 12.08 WITA.

    Menurut Kapolda Papua Paulus Waterpauw warga sipil yang menjadi korban adalah seorang pekerja di salah satu perusahaan.

    "Ada juga yang sedang kami dalami karena mereka menganiaya masyarakat sipil," kata Paulus di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Selasa, 28 Januari 2020.

    Paulus menuturkan, timnya masih dalam perjalanan menuju ke lokasi kejadian yang berada di jauh dari ibu kota Paniay. Ia belum dapat menjelaskan mengenai kondisi korban hingga saat ini.

    "Kami sedang evakuasi, nanti kepastiannya akan saya beri laporan."

    Paulus pun menyebut kelompok bersenjata pimpinan Lekagak Talenggeng melakukan baku tembak kepada aparat gabungan TNI dan Polri untuk menunjukan eksistensi.

    Paulus tidak membeberkan kronologi baku tembak di Papua tersebut.

    Baku tembak pada 26 Januari 2020 itu mengakibatkan seorang anggota KKB meninggal dunia. Satu anggota KKB lainnya diserahkan masyarakat kepada aparat gabungan TNI dan Polri setelah ditangkap.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.