KPK Bakal Bentuk 3 Satgas: OTT, TPPU, Pengembangan Kasus

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lima komisioner KPK baru, Firli Bahuri (tengah), Lili Pintauli Siregar, Nurul Ghufron (kiri), Nawawi Pomolango (kanan), Alexander Marwata, dalam acara serah terima jabatan Pimpinan dan Dewan Pengawas KPK di gedung KPK, Jakarta, Jumat, 20 Desember 2019. Lima pimpinan KPK, resmi dipimpin Firli Bahuri, Lili Pintauli Siregar, Nurul Ghufron, Nawawi Pomolango, Alexander Marwata dan lima anggota Dewan Pengawas KPK yaitu Tumpak Hatorangan Panggabean, Artidjo Alkostar, Harjono, Albertina Ho dan Syamsuddin Haris resmi menjabat sebagai Pimpinan dan Dewan Pengawas KPK untuk periode 2019-2023. TEMPO/Imam Sukamto

    Lima komisioner KPK baru, Firli Bahuri (tengah), Lili Pintauli Siregar, Nurul Ghufron (kiri), Nawawi Pomolango (kanan), Alexander Marwata, dalam acara serah terima jabatan Pimpinan dan Dewan Pengawas KPK di gedung KPK, Jakarta, Jumat, 20 Desember 2019. Lima pimpinan KPK, resmi dipimpin Firli Bahuri, Lili Pintauli Siregar, Nurul Ghufron, Nawawi Pomolango, Alexander Marwata dan lima anggota Dewan Pengawas KPK yaitu Tumpak Hatorangan Panggabean, Artidjo Alkostar, Harjono, Albertina Ho dan Syamsuddin Haris resmi menjabat sebagai Pimpinan dan Dewan Pengawas KPK untuk periode 2019-2023. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata mengatakan lembaganya akan membentuk tiga satuan tugas, yakni satgas tangkap tangan, Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), dan pengembangan kasus. Hal ini disampaikan Alex menjawab pertanyaan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat soal banyaknya tunggakan kasus di KPK.

    "Ke depan kami sudah sepakat akan membentuk satgas tersendiri. Yang menangani tertangkap tangan, case building, dan TPPU," kata Alex di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 27 Januari 2020.

    Alex menerangkan, pegawai KPK selama ini terlalu terserap untuk melakukan tangkap tangan. Dengan adanya satgas baru, kata dia, sumber daya KPK tak akan sepenuhnya berfokus ke penindakan dalam bentuk tangkap tangan.

    Meski begitu, Alex mengklaim KPK tak ingin mengurangi operasi tangkap tangan. Dia cuma berujar langkah itu demi pengaturan sumber daya agar lebih profesional. "Supaya case building itu juga mendapat perhatian," kata dia.

    Anggota Komisi III DPR Arsul Sani sempat mempertanyakan tunggakan kasus lama di KPK. Dia menyebut ada 18 perkara dugaan rasuah yang belum selesai hingga kini. Beberapa yang disebutkan Arsul adalah kasus Wisma Atlet, Hambalang, Century, dan sebagainya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.