Buruh Desak Pemerintah Ambil Langkah Konkret Cegah Virus Corona

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto saat menyambangi kantor Huawei di Gedung BRI II, Jakarta, Kamis, 22 Januari 2020. Kedatangannya Terawan tersebut berkaitan dengan isu seorang karyawan Huawei yang terjangkit Virus Corona. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto saat menyambangi kantor Huawei di Gedung BRI II, Jakarta, Kamis, 22 Januari 2020. Kedatangannya Terawan tersebut berkaitan dengan isu seorang karyawan Huawei yang terjangkit Virus Corona. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta-Wakil Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia Obon Tabroni meminta pemerintah segera melakukan langkah-langkah konkret untuk mencegah masuknya virus corona ke Indonesia. Obon yang juga anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat mengatakan sudah 13 negara terjangkit dengan sekitar 1.300 orang terkena virus tersebut.

    "Banyak negara dengan caranya sudah mengantisipasi. Misalnya Korea, Hongkong, dan lain-lain rajin mengunakan SMS blash untuk memperingatkan warganya," kata Obon dalam keterangan tertulis, Senin, 27 Januari 2020.

    Dia menilai Indonesia masih adem dalam mencegah masuknya virus itu. Menurutnya, belum ada press release resmi dari Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto tentang langkah-langkah antisipasi. "Juga tentang risiko dan apa yang harus dilakukan masyarakat," kata dia.

    Padahal, kata dia, risiko Indonesia terserang virus ini sangat besar. Apalagi banyak turis dan tenaga kerja asing dari Cina yang keluar masuk Indonesia. "Jangan sampai terlambat. Lebih baik mencegah dari pada mengobati," ujar Obon.

    Pada kesempatan yang berbeda, Ombudsman RI mengapresiasi upaya screening lebih ketat di pintu-pintu kedatangan yang telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Namun, kendati belum ada data soal warga Indonesia terjangkit virus corona, pemerintah tetap perlu menyiapkan crisis center (pusat krisis). Hal ini mesti dilakukan mengingat mobilisasi manusia dari Cina ke Indonesia atau sebaliknya cukup tinggi.

    Pusat komunikasi krisis ini dinilai perlu segera disiapkan karena publik penting mendapat informasi akurat terkini agar mempersempit ruang berkembangnya informasi sesat atau hoaks. Informasi publik ini perlu dikelola sumber tunggal dan para pejabat agar menahan diri tidak menyampaikan informasi yang akuntabilitasnya belum jelas.

    Anggota Ombudsman Alvin Lie berujar berdasarkan data statistik, jumlah tenaga kerja asal Cina yang ada di Indonesia mencapai 32.209 jiwa pada 2018. Mereka terkonsentrasi pada wilayah-wilayah proyek maupun perkantoran perusahaan multinasional asal Cina.

    “Tak cukup mudah mendapatkan data statistik mutakhir mengenai tenaga kerja asal Indonesia yang berada di Cina. Beberapa sumber seperti The World Bank dan BPS menyebutkan dari 9 juta tenaga kerja asal Indonesia di luar negeri, ada 10 persen atau lebih kurang 900.000 jiwa di Cina,” ujarnya.

    HENDARTYO HANGGI | BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.