Mulai dari Bandara, Begini Pencegahan Virus Corona di Bali

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memantau suhu tubuh penumpang menggunakan alat pemindai suhu tubuh di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Rabu, 22 Januari 2020. Untuk mencegah penyebaran virus Corona, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) telah melakukan sejumlah upaya pencegahan. ANTARA

    Petugas memantau suhu tubuh penumpang menggunakan alat pemindai suhu tubuh di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Rabu, 22 Januari 2020. Untuk mencegah penyebaran virus Corona, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) telah melakukan sejumlah upaya pencegahan. ANTARA

    TEMPO.CO, Denpasar – Dinas Kesehatan Provinsi Bali melakukan pemeriksaan terhadap penumpang pesawat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai sebagai antisipasi masuknya virus corona ke pulau dewata.

    “Dua alat pendeteksi panas tubuh ditempatkan di Bandara,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ketut Suarjaya, Senin, 27 Januari 2020.

    Sementara itu, prosedur pemeriksaan pada penumpang yang kedapatan memiliki gangguan kesehatan dengan riwayat berkunjung ke Cina dimulai dari Bandara. Gangguan kesehatan yang dimaksud seperti, demam, pilek, batuk hingga sesak nafas.

    “Akan diperiksa di bandara, jika ada gangguan selanjutnya dirujuk ke rumah sakit,” kata Suarjaya.

    Setelah sampai di rumah sakit, kata Suarjaya, penumpang yang sakit akan dilakukan rontgen pada paru-paru. Jika ditemukan pneumonia atau radang, maka akan ditetapkan suspek corona. “Jika sudah seperti itu, dokter spesialis paru memiliki prosedur tetap penanganannya,” ujarnya.

    Saat ini, Dinas Kesehatan Provinsi Bali telah menunjuk tiga rumah sakit yang bisa menangani suspek virus corona, yaitu RSUP Sanglah, RS Tabanan dan RS Gianyar.

    Selain itu, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KPP) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai telah melakukan isolasi terhadap sebuah pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 2168 berangkat dari Wuhan ke Denpasar pada 26 Januari lalu.

    Pesawat Lion Air JT 2168 itu mendarat di bandara Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada pukul 23:38 WITA dengan membawa 9 orang kru dan 2 orang engineer on board, tanpa penumpang. “Pesawat ditempatkan khusus dan disterilkan, awaknya juga telah dilakukan pemeriksaan,” kata Suarjaya.

    Suarjaya juga menyebutkan seorang pramugari dari pesawat Lion Air JT 2168 sempat mengalami demam dan dirawat di RS Tabanan. Tapi hari ini, pasien tersebut dinyatakan negatif virus corona. “Ada masalah bronkhitis,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan I Nyoman Suratmika.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.