Wabah Virus Corona, UII Pantau Mahasiswanya yang Belajar di Cina

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Yogyakarta - Kampus Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta selalu memperbarui keberadaan mahasiswanya yang tengah menjalani program gelar ganda di Cina, negara yang kini disorot karena wabah virus Corona. “Update hari ini, tujuh mahasiswa sudah pulang ke Indonesia pada awal Januari 2020, tiga orang lagi akan pulang akhir Januari 2020 dan dua orang tetap tinggal di Nanjing Universty,” kata Kepala Bagian Humas Kampus UII Yogyakarta, Ratna Permata Sari, Senin 27 Januari 2020.

    Kampus UII Yogyakarta sebelumnya mengirim 12 mahasiswanya yang terpilih mengikuti program gelar ganda di Nanjing Xiaozhuang University, Cina yang jaraknya sekitar 500 kilometer dari Wuhan, kota yang diisolasi karena virus Corona. Sebagian sudah pulang ke tanah air.

    Sebelumnya, kampus UII menyebut masih ada sembilan mahasiswa berada di kampus itu dan sudah pulang tiga orang pada awal Januari 2020. Namun setelah pihak kampus mengecek kembali, tinggal lima mahasiswanya yang masih berada di Cina. “Mereka berasal dari Program Studi Manajemen dan Teknik Informatika,” ujar Ratna.

    UII memperkirakan tujuh mahasiswa UII yang telah pulang ke tanah air, itu aman dari virus Corona. “Insya Allah untuk mahasiswa yang sudah pulang kondisinya sehat, karena mereka kembali sebelum ada info (merebaknya virus corona) itu,” ujar Ratna.

    UII masih menunggu perkembangan untuk mahasiswa yang dijadwalkan kembali pada akhir Januari 2020. “Dari kampus belum ada pembahasan lebih lanjut soal (pemeriksaan khusus pada mahasiswa yang akan kembali akhir Januari) itu.” Biasanya, pemeriksaan pertama justru di bandara kedatangan dan mahasiswa biasanya langsung menuju daerah asal masing-masing.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.