Istana Undang Pakar dan Menteri Bahas Revitalisasi Monas

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah buruh mengerjakan pembangunan Plaza Selatan Monumen Nasional (Monas) di Jakarta, Rabu, 22 Januari 2020. Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah meminta revitalisasi kawasan Monas dihentikan sementara waktu hingga Pemprov DKI Jakarta mendapatkan izin dari Kementerian Sekretariat Negara. ANTARA

    Sejumlah buruh mengerjakan pembangunan Plaza Selatan Monumen Nasional (Monas) di Jakarta, Rabu, 22 Januari 2020. Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah meminta revitalisasi kawasan Monas dihentikan sementara waktu hingga Pemprov DKI Jakarta mendapatkan izin dari Kementerian Sekretariat Negara. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Istana mengundang sejumlah pakar tata kota dan menteri untuk membahas rencana revitalisasi Monas di kantor Sekretariat Negara pada Senin, 27 Januari 2020.

    Pantauan Tempo, sudah hadir dalam pertemuan itu Pakar Tata Kota Yayat Supriatna dan Nirwono Joga. Kemudian ada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

    "Saya kira di sini rapat internal dulu ya, di tingkat pemerintah pusat, karena Pemerintah Provinsi kan sudah jalan dengan rencananya. Jadi artinya rekomendasi apa yang diputuskan, merupakan bentuk perbaikan," ujar Yayat di kantor Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), Jakarta pada Senin, 27 Januari 2020.

    Yayat mengatakan, pada dasarnya pertemuan ini digelar untuk menampung masukan dalam revitalisasi Monas. "Tetapi memang, sekali lagi, mau tidak mau ini menjadi sebuah pelajaran bagi semua. Pembangunan itu penting, tapi saya kira aturan-aturan yang sudah jadi acuan atau pentujuk pun sama-sama kita taati," ujar Yayat.

    Revitalisasi Monas sedang menjadi sorotan. Rencana revitalisasi yang dikerjakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini banyak ditentang. Alasannya, pembangunan kawasan Monas dinilai tidak mengantongi surat izin dari Kementerian Sekretariat Negara selain itu penggunaan anggaran yang melebihi waktu berjalan, dan tata cara pembangunan yang tidak ramah lingkungan.

    Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan DKI Heru Hermawanto menyatakan siap menghentikan proyek revitalisasi Monas jika dianggap membuat gaduh. Namun, kata Heru, untuk menghentikan proyek tersebut tidaklah mudah karena sudah menjalin perjanjian kontrak dengan kontraktor yang tidak bisa langsung diputus. 

    Heru menyatakan saat ini pengerjaan proyek reviltalisasi monas tersebut masih terus berjalan. DKI juga telah menghadap Sekretariat Negara atau Setneg sebagai salah satu Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka untuk mengajukan persetujuan revitalisasi Monas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.