Virus Corona, Alasan Sultan HB X Yogya Buka Akses Turis Cina

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X bersama keluarga besar Keraton Yogyakarta menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2019 di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 15, Kelurahan Panembahan, Kecamatan Kraton Yogyakarta, 17 April 2019. Tempo/Pribadi Wicaksono

    Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X bersama keluarga besar Keraton Yogyakarta menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2019 di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 15, Kelurahan Panembahan, Kecamatan Kraton Yogyakarta, 17 April 2019. Tempo/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta : Raja Keraton yang juga Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X atau Sultan HB X menegaskan bahwa provinsinya tak melarang kedatangan turis asal Cina meski sedang ramai wabah virus Corona.

    “Kan dari pemerintah (pusat) juga tidak ada larangan (turis Cina berkunjung ke Indonesia), yang dilarang itu yang berkunjung ke Wuhan Cina,” ujar Sultan HB X di komplek Kepatihan, Yogya, hari ini, Senin 27 Januari 2020.

    Sultan menerangkan bahwa warga Wuhan sudah diisolasi Pemerintah Cina. Sedangkan turis asing juga tidak dilarang untuk berkunjung ke Cina.

     “Jadi enggak bisa ditutup (akses masuk turis Cina ke Indonesia)."

    Turis Cina jumlahnya termasuk 10 besar wisatawan asing yang menyambangi Yogya tiap tahun. Namun, menurut Sultan HB X, jumlahnya relatif kecil.

    Melansir data dari Dinas Pariwisata DIY 2018, turis asal Cina menduduki peringkat ke 6  dengan jumlah 19.197 orang. Jumlah ini naik tajam (87 persen) dibanding 2017 sebanyak 10.449 orang.

    Kunjungan wisatawan manca ke Yogya terbanyak pada 2018 didominasi asal Malaysia (54.262 orang). Peringkat kedua Singapura (40.925), dan ketiga Jepang (40.686).

    Sultan HB X pun menilai jikalau ada kebijakan penutupan akses kunjungan wisatawan asal daerah tertentu itu sepenuhnya wewenang pemerintah pusat. 

    Meski tak melarang turis Cina, di sisi lain Sri Sultan HB X menerangkan bahwa untuk melakukan mendeteksi sebaran virus Corona di masyarakat atau mahasiswa asal Cina di Yogya bukan perkara gampang.

    Menurut dia, tak diketahui pasti titik sebarannya di Yogya dan harus dipastikan apakah warga Cina di Yogya itu melakukan perjalanan yang berpotensi terpapar virus Corona.

    “Kalau mereka tidak berkunjung (pulang ke Cina) kan juga tidak masalah."

    Dia mengimbau warga Yogya tak berpergian dulu mengunjungi negara tirai bambu itu sampai situasi benar-benar mereda.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.