Ma'ruf Amin Sebut Akhlak Jadi Modal Hadapi Persaingan Global

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan para sarjana adalah calon pendidik di tengah masyarakat. Itu sebabnya ia meminta para sarjana memperhatikan betul soal moralitas dan pendidikan akhlak. Akhlak, kata Ma'ruf, berperan penting dalam pengelolaan negara yang baik, pembangunan manusia yang maju dan beradab. “Moralitas dan akhlak yang tangguh bisa menjadi modal menghadapi persaingan global,” kata Ma’ruf dalam sambutannya di acara wisuda sarjana strata satu angkatan ke XXIII Sekolah Tinggi Agama Islam Shalahuddin Al-Ayyubi, di Gedung Serbaguna I, Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Ahad, 26 Januari 2020.

    Ia mencontohkan revolusi industri 4.0 saat ini mengakibatkan dinamika dan perubahan nilai sosial secara cepat. Perubahan ini berdampak positif jika nilai yang diakomodasi bersifat universal dan bermanfaat bagi masyarakat. Sebaliknya, perubahan itu bisa membawa dampak negatif dengan tidak adanya moralitas atau akhlak. "Akan menghasilkan sikap tidak terpuji seperti korupsi, manipulasi, penyalahgunaan wewenang, menghalalkan segala cara, kekerasan, pemerasan, pornografi, pergaulan bebas, dan sebagainya. Ini sikap yang tidak baik di masyarakat.”

    Ma’ruf Amin menjelaskan para pendiri bangsa yakin akhlak memiliki posisi penting dalam kehidupan bermasyarakat. Secara eksplisit soal akhlak dimuat dalam Pasal 31 Ayat 3 Undang-Undang Dasar 1945 yang memerintahkan pemerintah menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan ketakwaan dalam rangka mencerdaskan bangsa. "Posisi penting tersebut tidak lepas dari karakteristik masyarakat Indonesia yang religius. Karena agama dan ahlak dua hal yang tak bisa dipisahkan."

    Pendidikan akhlak harus dilakukan dengan sosialisasi dan internalisasi agama. Alasannya agama sumber pembentukan ahlak dan moral. Ia meminta pendidikan akhlak dilakukan sejak usia dini baik di sekolah, keluarga, maupun lingkungan masyarakat. "Kalau sudah tua (kalau salah) dibetulkan susah, bengkok terus. Karena itu harus sejak dini kita luruskan," ucap Ma'ruf Amin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.