Oso Hanura Tolak Usulan Kenaikan Ambang Batas Parlemen

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (tiga kiri) didampingi pengurus Partai Hanura saat konferensi pers di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu, 18 Desember 2019. Oesman terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum Partai Hanura periode 2019-2024.TEMPO/Muhammad Hidayat

    Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (tiga kiri) didampingi pengurus Partai Hanura saat konferensi pers di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu, 18 Desember 2019. Oesman terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum Partai Hanura periode 2019-2024.TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Oedang (Oso) mengaku tak sepakat dengan wacana menaikkan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) di atas 4 persen. Ia menyebut angka yang lebih tinggi dari itu sama saja membunuh harapan partai kecil untuk masuk ke Senayan.

    "Berilah angka yang reasonable, yang kira-kira semua partai bisa ikut serta," kata Oso saat ditemui usai Pengukuhan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Partai Hanura periode 2019-2024, yang digelar di Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat, Jumat malam, 24 Januari 2020.

    Wacana kenaikan ambang batas ini muncul dari PDIP, dan menjadi salah satu rekomendasi Rapat Kerja Nasional I PDIP yang digelar pada Jumat-Ahad, 10-12 Januari 2020.

    Hanura sebagai partai yang gagal menembus ambang batas ini mengaku kecewa dengan usulan itu. Ia mengatakan usulan semacam itu tak memikirkan nasib partai kecil, seperti Hanura.

    "Harus kita berunding, jangan hanya partai-partai besar saja, partai yang kecil ditinggalkan. Kan demokrasi itu begitu," kata Oso.

    Menurut Oso, ambang batas parlemen seharusnya diturunkan dari 4 persen seperti saat ini. Angka ideal yang menurut dia cocok adalah di 3 persen. "Tapi kalau sudah 4 persen, ya, apa boleh buat," kata Oso.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.