5.142 Rumah Warga Terendam Banjir di Bandung Selatan

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Kampung Bojongasih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, berjalan menembus banjir luapan Sungai Citarum, Jumat, 24 Januari 2020. BMKG menyatakan puncak musim hujan akan terjadi Februari nanti. TEMPO/Prima Mulia

    Warga Kampung Bojongasih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, berjalan menembus banjir luapan Sungai Citarum, Jumat, 24 Januari 2020. BMKG menyatakan puncak musim hujan akan terjadi Februari nanti. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Ribuan rumah di Bandung Selatan terendam banjir pada Jumat, 24 Januari 2020. Kepala Seksi Kedaruratan dan Manajer Pusat Pengendalian Operasional Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Barat Budi Budiman Wahyu mengatakan banjir di Kabupaten Bandung itu meliputi empat kecamatan yaitu Dayeuhkolot, Bojongsoang, Baleendah dan Rancaekek.

    "Jumlah rumah yang terendam banjir di Kecamatan Baleendah, Dayeuhkolot dan Bojongsoang sebanyak 5.142 kepala keluarga atau 16.945 jiwa," kata Budi lewat keterangan tertulis, Jumat.

    Ketinggian banjir hingga Jumat petang di Desa Dayeuhkolot berkisar 10-160 sentimeter, Desa Bojongsoang 20-150 sentimeter, Kelurahan Andir 10-120 sentimeter dan di Desa Sukamanah Kecamatan Rancaekek 10-60 sentimeter.

    Menurut Budi, tidak semua warga yang rumahnya terendam banjir pergi mengungsi. BPBD mencatat pengungsi dari Kecamatan Baleendah dan Dayeuhkolot ada sebanyak 63 kepala keluarga atau 193 jiwa, termasuk 22 orang lanjut usia, 10 balita dan seorang bayi. "Kami menyiapkan shelter pengungsian," ujarnya.

    Banjir kembali terjadi sejak Kamis kemarin pukul 20.00 WIB akibat dari intensitas hujan yang tinggi hampir merata di wilayah Kabupaten Bandung, dan Kota Bandung. "Lalu supply air banjir lebih dominan dari sungai Citarum dan Cikapundung," kata Budi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.