Presiden Jokowi Peringatkan Menteri untuk Hati-hati Berbicara

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi saat memimpin rapat terkait banjir di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 8 Januari 2020. TEMPO/Subekti

    Presiden Jokowi saat memimpin rapat terkait banjir di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 8 Januari 2020. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta kepada para jajaran menterinya agar lebih berhati-hati saat membuat pernyataan. 

    "Saya hanya ingin, saya hanya pesan, titip kepada semua menteri semua pejabat kalau membuat pernyataan itu hati-hati," kata Jokowi saat ditemui di Istana Negara, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat, 24 Januari 2020.

    Terlebih, jika yang dibicarakan menteri itu terkait dengan data, angka, dan informasi. Jokowi mengingatkan bahwa tak berhati-hati, maka pesan yang disampaikan bisa salah. "Jangan sampai informasi dari bawah, langsung diterima tanpa kroscek terlebih dulu," kata Jokowi.

    Jokowi mengaku tak tahu penyebab Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly membuat pernyataan yang menyesatkan. Pernyataan ini terkait dengan keberadaan tersangka kasus suap Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan, Harun Masiku.

    Yasonna sebagai Menteri Hukum dan HAM yang membawahi Direktorat Jenderal Imigrasi, menyatakan Harun yang belum tertangkap Komisi Pemberantasan Korupsi, tak ada di Indonesia. Namun, dari temuan Tempo dan pengakuan istrinya, Harun diketahui sudah berada di Indonesia.

    "Saya tidak tahu Tapi yang jelas untuk semuanya harus hati-hati dalam membuat pernyataan. Apalagi yang berkaitan dengan hukum," kata Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.