Nadiem Sebut Sudah Bicara dengan Industri Soal Magang 3 Semester

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim (tengah) menyapa para guru saat menghadiri puncak peringatan HUT ke-74 PGRI di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu, 30 November 2019. Acara tersebut mengangkat tema

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim (tengah) menyapa para guru saat menghadiri puncak peringatan HUT ke-74 PGRI di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu, 30 November 2019. Acara tersebut mengangkat tema " Peran strategis Guru dalam mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia unggul. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengatakan sudah berbicara dengan pelaku industri terkait program mahasiswa bisa magang tiga semester.

    "Ketika kami membahas masa magang 5-6 bulan, itu industri matanya langsung nyala, tertarik, karena itu adalah jangka waktu di mana industri bisa mengenal mereka lebih baik dan ke depan mungkin bisa direkrut," kata Nadiem, Jumat, 24 Januari 2020.

    Nadiem mengatakan selama ini industri terkesan tidak tertarik dengan program magang karena durasinya yang singkat, yakni berkisar 2-3 bulan. 

    Menurut eks bos Gojek ini, masa magang yang singkat tidak cukup bagi mahasiswa untuk mengenal jauh bagaimana dunia kerja yang sesungguhnya. Sementara bagi industri, waktu yang pendek itu tidak banyak memberikan keuntungan.

    Dengan kebijakan ini, kata Nadiem, perusahaan dan perguruan tinggi akan bekerja sama mulai dari membuat kurikulum hingga rekrutmen tenaga kerja. "Perusahaan yang tadinya susah tertarik dengan KKN, dengan adanya (magang) enam bulan, hampir setahun, hampir semua industri yang saja ajak bicara matanya melek," katanya.

    Namun program magang tiga semester ini sifatnya tidak wajib diikuti oleh setiap mahasiswa. Nadiem menjelaskan mahasiswa dibebaskan memilih apakah akan menghabiskan tiga semester itu di luar kampus atau tetap di dalam kelas.

    Sedangkan bagi perguruan tinggi, pemerintah akan mewajibkan mereka untuk memberikan pilihan magang kepada para mahasiswanya. "Ini bukan pemaksaan. Kalau 100 persen mahasiswa ingin di dalam prodi, itu hak mereka. Tapi kewajiban bagi perguruan tinggi memberikan opsi tersebut," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.